Lahan Tanam Kurang Subur? Coba Gunakan Bahan Alami Ini

Lahan Pertanian

Lahan Pertanian di Indonesia

Distributor Karung Plastik Beras High Quality – Lim Corporation

Tempat tanam merupakan lahan yang cocok untuk dijadikan peluang usaha tani untuk memproduksi tanaman pertanian ataupun hewan ternak. Tempat/lahan pertanian yaitu salah satu sumber daya utama pada bidang usaha pertanian. Berikut klasifikasi lahan pertanian yang dipakai oleh FAO dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu.
* Lahan garapan: Lahan yang ditanami tanaman setahun seperti serealia, kapas, kentang, sayuran, dan sebagainya, termasuk “lahan tidur” yang mampu digarap namun sedang tidak digarap.
* Lahan tanaman permanen: Lahan yang ditanami pohon buah atau kacang pohon.
* Lahan penggembalaan: Lahan yang digunakan untuk penggembalaan hewan.

Lahan tanaman permanen dan juga lahan garapan bisa juga disebut sebagai lahan budidaya. Sedangkan lahan usaha tani merujuk pada lahan yang tidak hanya digunakan untuk budi daya tanaman saja, tetapi juga mencakup struktur fisik seperti gudang pertanian dan kandang serta memiliki struktur ekonomi yang lebih rumit.

Sesuai dengan kemampuan irigasinya, lahan pertanian dibagi menjadi dua yaitu lahan teririgasi dan non-irigasi. Tempat/lahan non-irigasi bisa mencakup lahan pertanian tadah hujan dan lahan kering yang mampu ditanami.

Lahan pertanian tak mencakup lahan yang tidak mampu ditanami sperti hutan, pegunungan curam, dan perairan. Tempat/lahan tanam mencakup 33% dari total daratan yang ada di dunia, dengan lahan yang bisa digarap yaitu 9,3% dari total daratan dunia. Dalam konteks zonasi lahan, lahan pertanian merujuk kepada lahan yang digunakan untuk aktivitas pertanian dan tidak bergantung pada jenis dan kualitas lahan. Walaupun tak bergantung pada jenis dan kualitas lahan, tetapi tanah pada lahan yang digunakan untuk pertanian harus subur.

BACA JUGA:
Cara Jitu Budidaya Gandum di Indonesia Agar Hasil Maksimal
Tau Gak Sih? 5 Negara Dengan Sistem Pertanian Terbaik di Dunia
Metode Pengolahan Lahan Sebelum Budidaya Yang Wajib Anda Tahu!
Ingin Budidaya Tapi Lahan Sempit, Coba Cara Unik Ini!

Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sejak dahulu. Selain bisa menyuburkan dalam jangka waktu lama, bahan alami juga bisa diurai oleh alam sehingga tidak menimbulkan residu yang berbahaya bagi lingkungan. Berikut ini beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan bahan yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanah secara alami dan organik. Di dalamnya, terdapat banyak kandungan mikroorganisme yang baik untuk menyuburkan tanah. Selain itu, pupuk kandang juga mengandung mineral dengan kandungan nitrogen dan fosfor yang dibutuhkan oleh tanah. Pupuk kandang bisa terbuat dari beragam kotoran hewan seperti sapi, kambing, domba, dan ayam.

Zeolit

Berbeda dengan pupuk kandang, penggunaan zeolit sebagai bahan penyubur tanah merupakan bahan anorganik. Zeolit merupakan mineral nonlogam yang dapat digunakan untuk menukar ion hara yang ada di dalam tanah. Zeolit juga bisa menyimpan air dan membantu proses pemupukan menjadi lebih efektif.

* Buruan segera bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Biomassa Charcoal

Anda bisa mendapatkan biomassa charcoal dari hasil pembakaran kayu, batok kelapa, sekam padi, atau bahan-bahan lainnya. Biomassa charcoal bisa digunakan untuk meningkatkan pH tanah, mengikat air dan berbagai unsur hara, serta bisa meningkatkan aktivitas biota di dalam tanah sehingga baik untuk kesuburan tanah.

Kapur

Biasanya, kapur atau dolomit digunakan pada lahan dengan pH rendah atau tanah yang asam. Tanah seperti ini contohnya lahan gambut dan lahan pasang surut. Pengapuran selain bisa menyuburkan tanah juga bisa membantu penyerapan pupuk sehingga pemupukan yang dilakukan menjadi lebih optimal. Selain itu, pemberian kapur juga bisa mengurangi racun dalam tanah.

Jerami Padi

Salah satu jenis pupuk organik, yakni pupuk kompos, bisa menggunakan bahan dasar dari jerami padi. Jerami ini memiliki peran mikro seluolitik dan lignotik dengan cara merombak bahan yang mengandung karbon. Dengan begitu, tanah yang diberikan jerami padi pun bisa lebih subur. Pemupukan dengan jerami padi dapat diberikan melalui dua cara, yaitu dengan ditumpuk dan dibalik.

Demikian pembahasan artikel tentang “Lahan Tanam Kurang Subur? Coba Gunakan Bahan Alami Ini”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s