Metode Pengolahan Lahan Sebelum Budidaya Yang Wajib Anda Tahu!

Pengolahan Lahan

Metode Pengolahan Lahan Sebelum Budidaya Yang Wajib Anda Tahu!

Lahan merupakan lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya pada perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Untuk lingkungan fisis meliputi relief (topografi), iklim, tanah, dan air. Sedangkan lingkungan biotik meliputi hewan, tumbuhan,
dan manusia. Setiap kegiatan pertanian pasti memerlukan pengolahan lahan. Tujuan pengolahan lahan yaitu untuk mengubah keadaan lahan pertanian dengan alat tertentu sampai memperoleh susunan struktur tanah yang dikehendaki oleh tanaman.

Metode Pengolahan Lahan

A. Pengolahan Lahan Secara Konvensional

Pengolahan lahan dengan metode konvensional umumnya dikerjakan untuk lahan yang sempit dan mempunyai kemiringan tertentu. Untuk tahapan ini sering dikerjakan pada lingkungan pedesaan yang sebagian besar masyarakat banyak memakai lahannya sebagai ladang dan tanaman sayuran. Kelebihan dari metode ini yaitu tak diperlukan modal yang cukup besar, karena dikerjakan oleh tenaga manual dan umumnya dikerjakan secara gotong royong. Namun pengolahan lahan dengan system ini banyak mengalami kekurangan, diantaranya memerlukan waktu yang lama dalam pengerjaannya.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

B. Pengolahan Lahan Secara Modern

Pengolahan lahan dengan cara modern umumnya banyak dikerjakan untuk tanaman perkebunan dan mempunyai lahan yang luas. Pengolahan lahan dengan cara ini umumnya memakai mesin. Pengolahan lahan dengan sistem ini terdapat kelebihan diantaranya lebih cepat dalam proses pengerjaan, serta bisa menghemat waktu penanaman. Kekurangan dari system ini yaitu memerlukan modal yang besar dalam pengupayaannya.

Macam-macam System Pengolahan Lahan

1. Pengolahan Lahan Sempurna
Tahap olah lahan secara sempurna yaitu proses pengolahan yang meliputi seluruh kegiatan pengolahan lahan. Mulai dari awal pembukaan lahan sampai lahan siap untuk ditanami, yaitu dari pembajakan, pemupukan dan rotasi.

2. Olah Lahan Minimum
Proses olah tanah minimum ini hanya meliputi tahap pembajakan yaitu tanah diolah, dibalik, kemudian tanah diratakan. Umumnya dalam pengolahan tanah ini banyak dikerjakan untuk lahan persawahan.

Baca Juga:
Ingin Budidaya Tapi Lahan Sempit, Coba Cara Unik Ini!
Anda Wajib Tau! 10 Unsur Penerapan Teknologi Saat Budidaya Padi
Ternyata, Ini Faktor Utama Menurunnya Kualitas Hasil Panen Beras!

3. Tanpa Olah Tanah (TOT)
Pengolahan lahan pada system ini hanya meliputi penyemprotan untuk membunuh atau menghilangkan gulma pada lahan, kemudian ditunggu sampai gulma mati dan lahan siap untuk ditanami. Pada pengolahan lahan ini umumnya dipakai sistem tajuk dalam proses penanamannya.

Pengolahan lahan juga tentunya harus memperhatikan topografi dan kontur kondisi lahan. Semakin curam kondisi maka akan semakin besar tingkat erosi yang terjadi. Apabila tingkat erosi semakin besar maka humus dan zat hara dalam tanah akan semakin banyak hilang. Berikut ini merupakan tingkat kecuraman dan sifat tanah.

a. Hampir Datar
Pada topografi ini tanah mempunyai sifat diantaranya pengairan baik, gampang diolah, ancaman erosi kecil, tak terancam banjir, kemampuan menahan air baik, subur, dan respon pada pupuk. Untuk lahan seperti ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian.

b. Lereng Landai
Dalam topografi tanah seperti ini mempunyai sifat diantaranya struktur tanah kurang baik, ada ancaman erosi, pengolahan harus hati-hati.

c. Lereng Miring
Di topografi tanah seperti ini punya sifat antara lain baik ditanami untuk tanaman semusim gampang tererosi, bergelombang, tanahnya padas, kemampuan menahan air rendah.

d. Lereng Miring dan Berbukit
Tanah seperti ini mempunyai sifat yaitu lapisan tanah tipis, kemampuan menahan air rendah, sangat gampang tererosi, dan sering banjir. Kandungan garam natrium tinggi.

e. Datar
Sifat dari topografi ini diantaranya tak cocok untuk pertanian, selalu tergenang air dan tanahnya berbatu.

f. Lereng Agak Curam
Untuk tanah seperti ini mempunyai sifat diantaranya tanah berbatu, erosi kuat, tak cocok untuk pertanian.

g. Lereng Curam
Topografi tanah seperti ini memiliki sifat antara lain tanah berbatu, erosi sangat kuat, perakaran sangat dangkal, hanya untuk padang rumput.

h. Lereng Sangat Curam
Jenis topografi seperti ini yaitu berbatu dan kemampuan menahan air sangat rendah, tak cocok untuk pertanian, lebih sesuai dibiarkan (alami).

Bagi Anda yang sedang memerlukan Karung Beras untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in distributor karung beras, karung, karung beras, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s