Yuk! Intip Cara Budidaya Padi Sistem Ratun dan Salibu

Sistem Budidaya Ratun & Salibu

Yuk! Intip Cara Budidaya Padi Sistem Ratun dan Salibu

Jual Karung Plastik Beras Murah – Lim Corporation

Budidaya padi di Indonesia dengan cara memangkas batang sesudah panen banyak dikerjakan untuk padi lokal yang berumur panjang. Setelah panen, tanaman utama akan dibiarkan tumbuh sampai musim tanam tahun berikutnya.

Dalam beberapa daerah di Indonesia, sistem budidaya itu disebut dengan nama ratun atau salibu, akan tetapi ada yang menyebutkan juga bahwa kedua jenis tersebut adalah teknik yang berbeda.

Padi Salibu Berbeda Dengan Padi Ratun

Ratun merupakan padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilaksanakan pemangkasan batang, tunas akan muncul di buku paling atas, suplai hara tetap dari batang lama. Dalam masa tersebut petani bisa memanen dalam waktu sekitar setengah dari masa tanaman utama, dengan produksi antara sekitar 40%-60% dari panen tanaman utamanya.

Sistem salibu atau sering disebut sekali tanam, panen berkali-kali adalah tanaman padi yang tumbuh kembali sesudah batang sisa panen dipangkas, dan tunas baru akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah. Dalam tunas tersebut akan menumbuhkan akar baru jadi suplai hara tak lagi bergantung pada batang lama, tunas ini bisa bertunas lagi seperti tanaman padi umumnya, itulah yang membuat produktivitas dan perkembangannya sama atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman pertama.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Adapun beberapa verietas padi yang mampu berproduksi baik untuk ditanam dengan sistem salibu seperti varietas Batang Piaman, Cisokan, Inpari 19, Inpari 21, Logawa, dan lain sebagainya. Dan sedangkan untuk varietas padi sistem ratun yang cocok yaitu Inbrida padi sawah irigasi atau Inpari 1-30 (Ciherang Sub-1), Ciherang, Mikongga, dan lain sebagainya.

Dari kedua sistem budi daya ini memiliki keuntungan yang sama, di antaranya yaitu:
– Tanpa pengolahan tanah, penyemaian serta penanaman.
– Tenaga kerja yang diperlukan lebih sedikit.
– Biaya pupuk lebih sedikit.
– Waktu panen lebih singkat.
– Keperluan air irigasi lebih sedikit.
– Biaya produksi menjadi lebih hemat.

Pada padi salibu menghasilkan anakan lebih banyak jika dibandingkan dengan padi ratun konvensional, ini diakibatkan karena pengaruh sifat genetik dan lingkungan, seperti ketersediaan air, tingkat kesuburan tanah, sinar matahari, suhu, serta kondisi hama dan penyakit tanaman.

Berdasarkan aspek fisiologi dan karakter morfologi menunjukan perakaran padi salibu lebih kuat dan luas jadi proses penyerapan unsur hara lebih baik bila dibandingkan dengan padi ratun.

Hal tersebut sangat berpengaruh pada jumlah anakan padi dan jumlah gabah per malainya. Budidaya padi salibu bisa meningkatkan produktivitas padi per unit area dan per unit waktu, dan meningkatkan indeks panen dari sekali menjadi 2-3 kali panen dalam setahun dengan hanya menanam 1 kali.

Baca Juga:
Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!
Mari! Atasi Krisis Pangan Dengan Budidaya Sayuran Sendiri Sistem Vertiminaponik
Wow! Sistem Ini Mampu Menghemat Air Saat Budidaya Ikan Nila, Bagaimana Caranya?

Dan jika dibandingkan dengan sistem ratun konvensional, sistem salibu bisa menghasilkan jumlah anakan yang lebih banyak dan seragam, serta produktivitas bisa sama bahkan lebih tinggi dari tanaman utamanya.

Pemangkasan Pada Sistem Salibu
Perkembangan tunas-tunas terjadi salah satunya karena adanya perlakuan pemangkasan. Tingginya pemangkasan batang bisa menentukan jumlah mata tunas yang ada untuk pertumbuhan ulang. Dengan demikian tinggi pangkasan berpengaruh pada kemampuan pembentukan tunas salibu.

Untuk pemangkasan batang padi harus dekat dengan tanah, supaya waktu tumbuh akar ke tanah bisa langsung masuk ke tanah, pemotongan batang sekitar 3cm-5cm dari permukaan tanah.

Pertumbuhan tunas sesudah dipotong sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. Sebaiknya ketika panen kondisi air tanah dalam keadaan kapasitas lapang. Untuk mengimbangi keperluan unsur hara di masa pertumbuhan anakan padi.

Salibu butuh pemupukan yang cukup, terutama hara nitrogen. Untuk menjaga pertumbuhan dan ketersediaan air, maka pertahankan kondisi air di permukaan lahan dalam kondisi macak-macak, di mana saluran pemasukan dan pengeluaran air dalam keadaan tertutup.

Pemangkasan Pada Sistem Ratun
Waktu terbaik untuk panen tanaman padi yang dipersiapkan untuk padi ratun yaitu ketika tangkai atau batang jerami masih hijau, bulir padi belum matang penuh dan kering.

Proses pemanenan sebaiknya dilaksanakan 5 hari sebelum umur panen seperti tertera di diskripsi varietas, sebab di kondisi seperti itu, batang padi secara fisiologis masih aktif untuk pertumbuhan anakan ratun. Apabila panen terlambat bisa mengakibatkan daya tumbuh tunas berkurang, dan banyak gabah yang rontok dan ketika tumbuh nanti akan menjadi gulma.

Sekitar 2 minggu sebelum panen umumnya sawah dikeringkan untuk menyeragamkan kematangan malai. Untuk kebutuhan padi ratun, pengeringan difungsikan untuk memperbaiki aerasi tanah dan menekan perkembangan hama dan penyakit dalam tanah. Sesudah padi dipanen, sawah segera digenangi, dengan tinggi sekitar 5cm selama 2-3 hari. Setelah itu air dikeluarkan lagi.

Penggenangan tujuannya untuk menjaga supaya tanah tetap lembab jadi batang padi yang masih berdiri tak kering. Bila ketika panen air tanah masih dalam kapasitas lapang, maka tak butuh lagi digenangi.

Kelemahan dari kedua sistem ini yaitu, karena tak ada masa berat antara satu daur hidup tanaman dengan daur hidup selanjutnya maka penerapan sistem budi daya padi salibu dan ratun akan lebih rentan pada berbagai kemungkinan serangan hama dan penyakit.

* Ingin info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargakarungberas

Apabila Anda Membutuhkan dan Ingin Memesan Karung Plastik Beras atau Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in beras, distributor karung beras, Jagung, karung, karung beras, Padi, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s