Trik Jitu Pengemasan Pasca Panen Padi Menggunakan Karung Beras, Aman Dari Serangan Hama

padi

Karung Beras Harga Murah – Lim Corporation

A. SEJARAH TANAMAN PADI

Tanaman ini salah satu jenis dalam genus Oryza L yang terdiri dari beberapa spesies yang tersebar luas didaerah tropis dan daerah sub tropis seperti Asia, Afrika, Amerika serta Australia. Para ahli menyatakan bahwa padi asalnya dari 2 benua, untuk jenis padi Oryza Fatua Koenig dan Oryza Sativa L dari benua Asia, sedangkan jenis padi yang lainya seperti Oryza Stapfi Roschev dan jeni Oryza Glaberima Steund dari benua Afrika Barat. Padi yang ada sekarang ini yaitu persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Budidaya padi di negara Indonesia dilaksanakan didaerah tanah kering dengan sistem ladang, akhirnya para petani berusaha memantapkan hasil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Untuk jenis Indica sering dibudidayakan di daerah tropis, sedangkan pada daerah sub tropis sering membudidayakan jenis Japonica.

B. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PENANGANAN PASCA PANEN PADI

Proses penanganan pasca panen padi adalah subsistem dari sistem agribisnis padi yang menjelaskan kegiatan mulai dari panen sampai menghasilkan beras ataupun tepung beras. Dengan itu proses penanganan pasca panen melalui beberapa tahap kegiatan yaitu seperti panen, perontokan, pengeringan, penggilingan, pengemasan serta penyimpanan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

C. PROSES PENANGANAN PASCA PANEN

Proses ini sangatlah penting dikerjakan untuk usaha menekan kehilangan hasil dan untuk meningkatkan mutu gabah ataupun beras. Aspek penting dan sangat mutlak dibutuhkan dalam penanganan pasca panen padi yaitu SOP dan GHP. Pemakaian alsintan dalam pasca panen padi mutlak dibutuhkan supaya bisa menekan kehilangan hasil dan meningkatkan kualitas hasil padi. Tahapan yang dilaksanakan ketika penanganan pasca panen padi yaitu sebagai berikut :

1. Penumpukan dan Pengumpulan

Penumpukan dan pengumpulan yaitu tahap penanganan pasca panen sesudah padi dipanen. Tidak tepatnya dalam penumpukan dan pengumpulan padi bisa menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Untuk menghindari atau mengurangi terjadinya kehilangan hasil sebaiknya ketika penumpukan dan pengangkutan padi memakai alas. Alas atau wadah dipakai ketika penumpukan dan pengangkutan fungsinya untuk menekan kehilangan hasil sekitar 0,94%–2,36%.

Baca Juga :

2. Perontokan

Sesudah padi dipanen, gabah harus segera dirontokkan dari malainya. Tempat perontokan bisa langsung dilaksanakan di lahan atau di halaman rumah sesudah diangkut ke rumah. Perontokan ini bisa dilaksanakan dengan perontok bermesin ataupun dengan tenaga manusia. Jika memakai mesin, perontokan dilaksanakan dengan menyentuhkan malai padi ke gerigi alat yang berputar. Dan sementara perontokan yang dikerjakan dengan tenaga manusia yaitu dengan cara batang padi dipukul-pukulkan, atau bisa juga dengan menginjak-injak malai supaya gabah rontok. Sebelum proses perontokan dikerjakan sebaiknya bagian alas berikan anyaman bambu ataupun terpal untuk mengantisipasi supaya gabah tak terbuang ketika perontokan. Maka dengan diberikannya alas tersebut jadi semua gabah bisa tertampung sesudah dirontokkan, kemudian butir gabah selesai dirontokkan dikumpulkan dan diletakkan didalam gudang penyimpanan sementara. Sebab tak semua petani mempunyai gudang sementara, pengumpulan bisa dikerjakan di teras rumah atau bagian lain dari rumah yang tak terpakai. Gabah tersebut tak perlu dimasukkan dalam karung, tetapi cukup ditumpuk setinggi maksimal 50cm.

3. Pengeringan

Gabah harus dikeringkan supaya lebih tahan lama ketika disimpan dan digiling menjadi beras. Proses pengeringan gabah umumnya dikejakan di bawah sinar matahari secara langsung. Untuk gabah yang dikeringkan ini dihamparkan di atas lantai semen terbuka. Pemakaian lantai semen terbuka tersebut tujuannya supaya sinar matahari bisa secara penuh diterima gabah. Jika tak mempunyai halaman atau tempat terbuka yang disemen maka halaman tanah pun bisa dipakai untuk penjemuran. Tetapi, gabah perlu diletakkan pada alas anyaman bambu, tikar atau lembaran terpal. Hal ini dikerjakan supaya gabah tak tercampur dengan tanah. Waktu penjemuran tergantung dengan kondisi iklim dan cuaca, penjemuran berlangsung sekitar 2–3 hari apabila cuaca sangat terik dan tak akan mendung. Tetapi, waktu penjemuran bisa berlangsung selama sekitar 1 minggu apabila kondisi cuaca mendung atau gerimis dan terkadang panas, sampai kadar air mencapai 14%.

4. Penggilingan

Tahap penggilingan yaitu kegiatan dimana beras dipisahkan dari kulit yang membungkusnya. Proses pemisahan padi secara tradisional yaitu memakai alat sederhana seperti lesung dan alu. Lesung fungsinya untuk tempat gabah ditumbuk. Sedangkan alu yaitu pasangan dari lesung untuk alat penumbuk gabah. Adapun kendala ketika penggilingan gabah dengan cara tradisional yaitu waktu pengerjaannya sangat lambat, tenaga kerja yang memadai tak tersedia dan alatnya pun sulit dijumpai. Sekarang kebanyakan para petani memakai alat penggiling yang cukup praktis dan daya kerja cukup cepat. Pemisahan beras dari kulitnya bisa dikerjakan dengan cara modern atau dengan alat penggiling. Alat yang sering dipakai berupa hulle.

5. Penyimpanan Beras

Untuk beras organik yang sudah digiling secara tradisional ataupun secara modern bisa langsung dipasarkan. Tetapi, umumnya beras tak langsung bisa dipasarkan semuanya maka perlu ada tempat penyimpanan. Cara penyimpanan beras harus diperhatikan supaya kondisinya tetap bagus sampai waktu penjualan. Umumnya beras disimpan di gudang sesudah dikemas dalam karung plastik atau karung beras dengan ukuran sekitar 40Kg-50Kg. Pengemasan dalam karung ini dilaksanakan secara manual oleh petani. Kemudian pada bagian karung yang masih terbuka dijahit tangan sampai tertutup dengan rapat. Karena ketika didalam gudang bisa saja beras terserang hama bubuk. Hama bubuk ini senang sekali menyerang beras yang tak benar-benar kering ketika pengeringan. Dan hama bubuk tak suka dengan beras yang kering karena keras. Jangan sampai kondisi ruangan gudang lembab karena hama bubuk ini suka sekali tempat yang cukup lembab, jadi gudang penyimpanan harus dilengkapi dengan ventilasi udara. Kemudian untuk penumpukan karung yang sudah berisi beras di dalam gudang pun harus ditata dengan sesuai supaya beras yang lebih dulu disimpan bisa gampang dikeluarkan. Akan lebih baik lagi jika setiap karung diberi tindakan khusus seperti tanggal penyimpanan.

6. Pemasaran

Di Indonesia terdapat 2 cara pemasaran beras, yang pertama petani menjual secara langsung di lahan ketika sudah siap panen kepada pedagang pengumpul atau penebas. Dan yang memanen an mengolahnya lebih lanjut sampai menjadi beras yaitu penebas tersebut. Dan cara kedua, petani yang akan memanennya sendiri, kemuian dikeringkan, dan dijual kepedagang pengumpul, baik masih bentuk gabah kering giling ataupun sudah dalam bentuk beras. Tetapi kegiatan penjualan beras umumnya dikerjakan petani secara langsung dengan pedagang beras di pasar, dititipkan kepasar swalayan atau dijual langsung ke konsumen.

* Info selengkapnya mengenai harga Karung Beras klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan dan Ingin Menggunakan Karung Beras untuk pengemasan ketika pasca panen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp : 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Whatsapp: Admin 1 / Admin 2 / Admin 3

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

 

Advertisements

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in beras, Jagung, karung, Padi, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s