Ini Dia Teknologi Budidaya Padi Salibu, Sekali Tanam Bisa Tiga Kali Panen

pari

Teknologi Budidaya Padi Salibu ialah terobosan baru untuk memacu dan meningkatkan produktivitas hasil panen padi bagi para petani dan meningkatkan produktifitas nasional.Dengan Teknologi Budidaya Padi Salibu yang sederhana dan tidak rumit , terbukti lebih efisien dan murah dibandingkan teknik budidaya padi biasa. Hasil panennya pun bisa berlipat serta dapat dilakukan panen berkali-kali hanya dengan satu kali tanam.

Bagaimana caranya ?

Teknologi Budidaya Padi Salibu yakni teknik menaman padi dengan cara memanfaakan rumpun padi sisa panen. Rumpun tersebut digunakan sebagai penghasil tunas atau anakan yang baru dan di pelihara setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas sebelumnya. Tunas akan muncul dari buku yang ada didalam tanah tunas ini akan mengeluarkan anakan dan akar baru sehingga suplai Unsur hara tidak lagi tergantung pada batang lama, tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi sama halnya seperti padi tanaman pindah biasa.
Tunas tersebut berfungsi sebagai penganti bibit pada sistem tanam biasa/pindah bibit.

*Baca Juga : Ciri – Ciri Karung Beras Yang Baik Untuk Konsumen

Hal Inilah yaang menyebabkan pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama (induknya).
Teknologi Budidaya Padi salibu tentunya berbeda dengan padi ratun (ratoon) atau dalam bahasa sunda disebut turiang.
Turiang adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan pada batang, tunas akan muncul, suplay hara tetap dari batang lama.

Berikut Langkah – Langkahnya dalam Teknologi Budidaya Padi salibu :

#1. Persiapan lahan Pada Teknologi Budidaya Padi Salibu

#2. Segera setelah Tanaman padi dipanen lahan digenangi air setinggi ±5 cm selama 2-3 hari, dan jangan di biarkan dalam kondisi lahan sawah terlalu kering,

#3. Setelah sawah di genangi selama 2 – 3 hari kemudian saluran pembuangan air dilepas kembali.

Hal tersebut di lakukan bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah dan menghindari agar batang padi yang masih berdiri tidak mati kekeringan.

Pemberian Pupuk Organik/Pupuk Kandang

Sebelum melakukan pemotongan batang padi sisa panen, lakukan pemberian pupuk kandang/pupuk Organik pada lahan sawah dengan kebutuhan 1 ton/ha.
Pemotongan batang padi sisa panen dilakukan pada pangkal batang menggunakan mesin potong rumput dengan ketinggian 3-5 cm dari permukaan tanah. Selanjutnya masukan semua jerami baik sisa pemanenan ataupun bekas pemotongan batang padi, ditabur merata pada permukaan sawah dan pastikan tunggul padi tidak tertutup oleh tumpukan jerami,jika tunggul jerami tersebut tertutup maka tunas baru tidak akan tumbuh.

Pemupukan Dan Pelumpuran Tanah

umur-11-hari-setelah-direndam

pada teknologi Budidaya Padi Salibu pemupukan pertama dilakukan setelah dua minggu sesudah pemotongan pangkal batang atau setelah sebagian besar tunas muncul ke permukaan. pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk diantara rumpun padi secara merata dengan dosis berdasarkan sepesifik lokasi (kondisi setempat). Untuk menjaga pertumbuhan padi dan ketersediaan air maka pertahankan kondisi air dipermukaan lahan dalam keadaan macak – macak, dengan saluran masuk dan pengeluaran air dalam keadaan tertutup. pelumpuran tanah di persawahan dilakukan dengan cara menginjak –injak tanah dan jerami diantara rumpun padi sampai jeraminya terbenam kedalam tanah. Perlakuan dengan menginjak – injak tanah dan jerami tersebut dilakukan dengan tujuan untuk melumpurkan tanah dan mempercepat proses pelapukan jerami selain itu juga sebagai upaya untuk penyiangan.

*Baca Juga : Manfaat Karung Beras dan Karung Laminasi

Pengendalian Hama dan Penyakit ( OPT )

Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi dilakukan berdasar pendekatan Pengendalian Hama Terpadu ( PHT) dengan memadukan teknik-teknik pengendalian yang berwawasan ekologi dan ramah lingkungan.

Panen dan Pasca Panen

Pada teknologi budidaya padi salibu panen bisa dilakukan pada umur ± 90 hari.
Jika pemanenan terlambat maka akan mengakibatkan banyak biji yang tercecer sehingga dapat mengurangi produksi. 10 hari menjelang panen sebaiknya lakukan pengeringan sawah, yang bertujuan untuk menyerempakkan pematanagan gabah.

( Sumber : Teknologi Budidaya Padi Salibu – nuansatani.com )

0ff67-karung2bberas2b2
Jika Anda ingin mengetahui Info Harga Terupdate karung silahkan klik disini.
Untuk info pemesanan karung silahkan hubungi kami:
SMS/Call/WA di: 0812.3258.49500877.0282.12770852.3392.5564.
Email : limcorporation2009@gmail.com

Advertisements

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s