Sebagian Hama & Penyakit Pada Tanaman Padi

5c529-tikus2bsawah

1. Tikus
Tikus mengakibatkan kerusakan tanaman padi pada semuanya tingkat perkembangan, dari semai sampai panen, bahkan juga di gudang penyimpanan. Rusaknya kronis berlangsung bila tikus menyerang padi pada fase generatif, lantaran tanaman telah tak dapat membuat anakan baru. Tikus mengakibatkan kerusakan tanaman padi dari mulai tengah petak, lalu meluas ke arah tepi. Tikus menyerang padi saat malam hari. Pada siang hari, tikus bersembunyi didalam lubang pada tanggul-tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, serta daerah perkampungan dekat sawah. Pada periode bera, beberapa besar tikus bermigrasi ke daerah perkampungan dekat sawah serta kembali pada ke sawah sesudah pertanaman padi mendekati fase generatif.

Langkah pengendalian
Kontrol tikus pada awal musim tanam sebelumnya masuk saat reproduksi. Aktivitas itu mencakup gropyok masal, sanitasi habitat, pemasangan TBS (Trap Barrier Sistem) /System Bubu Perangkap) serta LTBS (Linear Trap Barier System). Gropyok serta sanitasi dikerjakan pada habitat-habitat tikus seperti selama tanggul irigasi, pematang besar, tanggul jalan, serta batas sawah dengan perkampungan. Pemasangan bubu perangkap pada pesemaian serta pembuatan TBS dikerjakan pada daerah endemik tikus untuk menghimpit populasi tikus pada awal musim tanam.
Keong mas
2. Keong Emas
Keong emas (keong mas) atau siput murbei (Pomacea sp) dikenalkan ke Asia pada th. 1980an dari Amerika Selatan sebagai makanan mungkin untuk manusia. Tetapi, lalu keong mas jadi hama paling utama padi yang menebar ke Filipina, Kamboja, Thailand, Vietnam, serta Indonesia. Keong mas mengonsumsi tanaman padi muda dan bisa menghancurkan tanaman ketika perkembangan awal.

Langkah perkembangbiakan keong mas lewat cara bertelur, mereka umumnya bertelur mendekati pagi maupun pada sore hari. Seekor keong emas kurun waktu satu bulan dapat membuahkan 1000-1200 telur. Telur-telur keong emas itu bakal menetas kurun waktu 7-14 hari.

Langkah pengendalian
Saat-saat utama untuk mengatur keong mas yaitu pada 10 hari pertama untuk padi tanam geser serta sebelumnya tanaman berusia 21 hari pada tabela (tanam benih dengan cara segera). Kemudian, tingkat perkembangan tanaman umumnya lebih tinggi dari pada tingkat rusaknya akibat keong.

Semut merah bakal mengonsumsi telur keong, sedang bebek mengonsumsi keong muda. Bebek diletakkan di sawah sepanjang persiapan tempat step akhir atau sesudah tanaman tumbuh cukup besar (umpamanya 30-35 hari sesudah tanam). Keong yang telah dewasa bisa dipanen, dimasak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Pungut keong serta leburkan telurnya. Hal semacam ini terbaik dikerjakan pada pagi serta sore hari saat keong ada pada kondisi aktif. Letakkan tongkat bambu untuk menarik keong dewasa menempatkan telurnya.
Letakkan dedaunan serta pelepah pisang untuk menarik perhatian keong supaya pemungutan keong lebih gampang dikerjakan.
Keong berbentuk aktif pada air yang menggenang/diam serta karena itu, perataan tanah serta pengeringan sawah yang baik bisa menghimpit rusaknya.

Buat saluran-saluran kecil (umpamanya, lebar 15-25 cm serta dalam 5 cm) untuk mempermudah pengeringan serta melakukan tindakan sebagai titik konsentrasi untuk menghimpun keong atau membunuh keong dengan cara manual. Jika pengendalian air baik, pengeringan serta pengaliran air ke sawah dikerjakan sampai stadia anakan (umpamanya, 15 hari pertama untuk tanam geser serta 21 hari pertama untuk tabela).
sundep
3. Penggerek Batang
Penggerek batang yaitu hama yang ulatnya hidup dalam batang padi. Hama ini beralih jadi ngengat berwarna kuning atau coklat ; umumnya 1 larva ada dalam 1 anakan. Ngengat aktif pada malam hari. Larva betina menyimpan 3 massa telur selama 7-10 hari saat hidupnya sebagai serangga dewasa. Massa telur penggerek batang kuning berupa cakram serta ditutupi oleh bulu-bulu berwarna coklat jelas dari abdomen betina. Tiap-tiap massa telur mengandung sekitaran 100 telur.

Langkah pengendalian
Jagalah agen pangendalian hayati untuk membuat perlindungan musuh alami penggerek batang, janganlah pakai pestisida berspektrum luas, mis. methyl parathion.
a. Sayat ujung helaian daun sebelumnya tanam geser.
Telur-telur penggerek batang kuning ditempatkan dekat ujung helaian daun. Dengan menyayat bibit sebelumnya tanam geser, pengalihan telur dari persemaian ke sawah bisa dikurangi.
b. Tanam terakhir (sedikit terlambat) untuk hindari ngengat penggerek batang kuning.
c. Varietas tahan
Sebagian varietas seperti PB36, PB32, IR66, serta IR77 dapat membuahkan anakan baru hingga mengkompensasi anakan yang mati.
d. Jemur atau hamparkan jerami dibawah cahaya matahari untuk membunuh larva yang ada di situ.
e. Jaring larva penggerek batang pada daun yang mengapung dengan jaring.
f. Olah serta genangi sawah sesudah panen.
tung
4. Tungro
Tungro yaitu penyakit virus pada padi yang umumnya berlangsung pada fase perkembangan vegetatif serta mengakibatkan tanaman tumbuh kerdil serta menyusutnya jumlah anakan. Pelepah serta helaian daun memendek serta daun yang diserang berwarna kuning hingga kuning-oranye. Daun muda kerap berlurik atau strip berwarna hijau pucat hingga putih dengan panjang tidak sama sejajar dengan tulang daun. Tanda-tanda dari mulai ujung daun yang lebih tua. Daun menguning menyusut apabila daun yang lebih tua terinfeksi. Dua spesies wereng hijau Nephotetix malayanus serta N. virescens yaitu serangga yang menebarkan (vektor) virus tungro.

Langkah Pengendalian
a. Varietas tahan.
Pemakaian varietas tahan seperti Tukad Unda, Tukad Balian, Tukad Petanu, Bondoyudo, serta Kalimas adalah langkah paling baik untuk mengatur tungro. Perputaran varietas utama untuk kurangi masalah ketahanan. Pembajakan dibawah bekas tunggul yang terinfeksi. Hal semacam ini dikerjakan untuk kurangi sumber penyakit serta menghancurkan telur serta tempat penetasan wereng hijau. Bajak selekasnya sesudah panen apabila tanaman terlebih dulu terserang penyakit.

b. Cabut serta bakar tanaman yang sakit.
Ini butuh dikerjakan terkecuali apabila serangan tungro telah menyeluruh. Apabila serangan telah tinggi jadi mungkin saja ada tanaman yang terinfeksi tungro namun terlihat sehat. Mencabut tanaman yang terinfeksi bisa mengganggu wereng hijau hingga semakin menebarluaskan infeksi tungro.

c. Tanam benih segera (Tabela)
Infeksi tungro umumnya lebih rendah pada tabela lantaran lebih tingginya populasi tanaman (apabila dibanding tanam geser). Dengan hal tersebut wereng condong mencari serta makan dan menyerang tanaman yang lebih rendah populasinya.

d, Saat Tanam : Tanam padi waktu populasi wereng hijau serta tungro rendah.
e. Tanam serempak : Usahakan petani tanam serempak. Ini kurangi penyebaran tungro dari satu tempat ke tempat yang lain lantaran stadium tumbuh yang relatif seragam.
f. Bera atau perputaran. Pertanaman padi terus-menerus bakal tingkatkan populasi wereng hijau hingga susah menghindar infeksi tungro. Ada periode bera atau tanaman lain terkecuali padi bisa kurangi populasi wereng hijau serta ketersediaan inang untuk virus tungro.
blb-hawar-daun-bakteri-penyakit-kresek-padi
5. Hawar Bakteri (HB-Bacterial blight)
Hawar Bakteri (HB) atau Hawar Daun Bakteri (HDB) adalah penyakit yang bisa menginfeksi bibit serta tanaman tua. Apabila HB berlangsung pada tanaman muda dimaksud kresek apabila berlangsung pada tanaman tua dimaksud hawar daun. Tanaman yang terinfeksi kehilangan areal daun serta membuahkan gabah yang lebih sedikit serta hampa. Pada pembibitan, daun yang terinfeksi beralih hijau keabu-abuan menggulung serta pada akhirnya mati.

Langkah pengendalian
Pakai varietas tahan. Ini yaitu langkah yang paling efisien dalam mengatur penyakit. Pemupukan komplit penyakit makin kronis apabila pupuk N digunakan terlalu berlebih, tanpa ada P serta K.

Kurangi rusaknya bibit serta penyebaran penyakit
Infeksi bibit berlangsung lewat luka serta rusaknya sisi tanaman. Perlakuan yang jelek atau angin kencang serta hujan bisa mengakibatkan tanaman sakit. Penyakit menebar lewat kontak segera pada daun sehat dengan daun sakit lewat air serta angin.

Kurangi penyebaran penyakit lewat cara :
– Perlakuan bibit dengan cara baik saat tanam geser.
– Pengairan dangkal pada persemaian.
– Bikin drainase yang baik saat genangan tinggi.
– Kurangi jumlah inokulum.
Tunggul tanaman yang terinfeksi serta gulma bisa jadi sumber inokulum.
– Pertahankan kebersihan sawah.
Melindungi kebersihan sawah diantaranya dengan : buang atau membajak gulma, buang jerami yang terinfeksi.
– Keringkan sawah.
Upayakan sawah bera jadi kering untuk membunuh bakteri yang mungkin saja bertahan dalam tanah atau bekas tanaman.
Sumber : www. disperta. cianjurkab. go. id

*Yuk Bisa  Juga Baca Artikel Disamping Berbagai Jenis Pupuk Yang Dibutuhkan Tanaman Padi

” LIM CORPORATION ” Menyediakan Segala Macam Merk Karung Beras , Antara Lain Karung Beras Laminassi , Karung Beras Transparan , Karung Putih Polos , Karung Warna Craam , Karung Kuning, Dengan Harga Yang Ekonomis. Minat Segera Hubungi Kami.Update harga SMS/Call/WA : 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277
Email: limcorporation2009@gmail.com
www.karungberas99.com

Advertisements

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s