Karung Beras Solusi Jitu Pasca Panen Kacang Hijau, Lebih Aman Dan Mutu Terjaga

kacang hijau

Jika sudah melewati tahap penanaman serta pemeliharaan kacang hijau tahap yang berikutnya yaitu proses panen serta pasca panen. Tahap pasca pemanenan merupakan beberapa cara penanganan yang dilaksanakan pada hasil pertanian sesudah panen sampai komoditas ada di tangan konsumen. Tujuan dari penanganan pasca panen yaitu supaya hasil tanaman tersebut dalam kondisi baik dan sesuai untuk bisa segera dikonsumsi atau dipakai untuk bahan baku pengolahan. Keuntungan melaksanakan penanganan pasca panen yang baik yaitu :

– Hasil panen yang bisa dikonsumsi jumlahnya lebih banyak
– Penanganan pasca panen lebih murah.
– Waktu yang dibutuhkan lebih singkat (pengaruh penanganan untuk peningkatan produksi baru terlihat 1–3 bulan kemudian yaitu ketika panen, pengaruh penanganan pasca panen bisa terlihat 1–7 hari sesudah perlakuan)
– Bisa mencegah kehilangan nutrisi.

A. Panen

Perlu diperhatikan untuk penentuan waktu dan cara panen. Tanpa memperhatikan kedua hal tersebut maka hasil yang diperoleh tak akan maksimal. Karena itu, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan penentuan waktu dan cara panen kacang hijau yang baik yaitu :

a. Ciri dan Umur Panen
Menentukan panen sangatlah penting, supaya tak terlambat dan membuat biji berceceran dilapangan. Umur tanaman kacang hijau yang sudah siap dipanen yaitu tergantung dengan jenis varietasnya. Untuk jenis varietas genjah sekitar 58–65 hari, sedangkan untuk jenis varietas berumur panjang sekitar 100 hari. Berikut ini ciri-ciri tanaman kacang hijau yang sudah siap untuk dipanen :

– Pemanenan bisa dilaksanakan jika polong sudah kering dan gampang pecah, polong mempunyai warna coklat sampai hitam, tergantung dengan jenis varietas yang ditanam.
– Sebaiknya pelaksanaan pemanenan dikerjakan pada pagi hari atau sore hari, untuk menghindari pecahnya polong.
– Sebelum dikupas, untuk polong yang sudah dipanen dijemur di lantai penjemuran, ketika kondisi cuaca panas.
– Ketika waktu penjemuran usahakan supaya jenis varietas yang 1 tak tercampur dengan jenis varietas yang lainnya.
– Apabila sudah kering, polong dikupas dengan cara memasukkan ke dalam karung kemudian di tebah.
– Jika sudah terlepas dari polong, biji ditampi untuk memisahkan dari kulit dan kotoran lainnya yang masih menempel.
– Untuk biji yang sudah bersih dijemur lagi sampai benar-benar kering, kemudian barulah disimpan.

Baca Juga :

b. Cara Panen
Pemanenan polong kacang hijau yaitu dengan cara dipetik satu per satu dengan memakai tangan. Untuk varietas yang polongnya matang bersamaan, pemungutan hasil bisa dilaksanakan dengan pemotongan tangkai polong. Alat yang dipakai berupa pisau atau sabit yang tajam. Sebaiknya pemanenan dilaksanakan pada pagi hari untuk menghindari pecah polong ketika panen. Polong hasil panen dikumpulkan dan segera dimasukkan ke dalam tempat yang tak berlubang (karung atau keranjang yang anyamannya rapat).

c. Periode Panen
Proses pemanenan polong dari beberapa varietas kacang hijau matang secara bersamaan bisa dilaksanakan 1 kali. Tetapi, untuk beberapa varietas yang lainnya, pemanenannya dilaksanakan sekitar 2–3 kali.

B. Pascapanen

Ada beberapa tahapan pascapanen antara lain pembijian, pemisahan biji dari polongnya. Sesudah proses pembijian, dilaksanakan pengeringan, penyimpanan, dan kemudian tahap yang terakhir yaitu pengemasan dan pemasaran.

– Pembijian
Untuk biji kacang hijau sangat gampang lepas dari kulit polongnya jika kering. Sebab kacang hijau dijemur terlebih dulu jadi kulitnya kering. Untuk polong yang kulitnya sudah kering, kemudian masukkan kedalam karung dan dipukul-pukul dengan kayu atau bambu sampai polong pecah. Jika sudah selesai biji kemudian dipisahkan dengan cara ditampi.

– Pengeringan
Jika biji yang sudah bersih dikeringkan dengan cara dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering jika ada. Ciri biji yang sudah kering kadar airnya sekitar 10%-12%. Apabila biji benar-benar kering, maka semakin baik karena biji lebih tahan lama ketika disimpan.

– Penyimpanan
Wadah atau karung yang berisi kacang hijau disimpan pada ruangan yang sejuk, kering, bersih dan bersirkulasi udara baik. Sebaiknya untuk wadah penyimpanan jangan yang terbuat dari plastik karena biji akan lembab dan mudah rusak, sebaiknya wadah berupa karung goni atau karung beras. Daya tahan kacang hijau berbeda-beda, Biji bisa bertahan dengan kualitas tetap baik selama 1 tahun itu tergantung dengan cara penyimpanannya.

– Pengemasan
Untuk biji kacang hijau harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tak diinginkan. Tujuannya supaya tak menurunkan kualitas dan mutu dari kacang hijau. Cara ini juga sangat bermanfaat untuk menghindarkan atau menekan serangan jamur serta hama selama waktu penyimpanan. Jika biji sudah bersih dari kotoran, kemaslah biji sesuai dengan permintaan pasar. Umumnya, kemasan yang dipakai di pasar berupa plastic yang transparan.

– Pemasaran
Proses pemasaran kacang hijau yang berlaku di masyarakat sekarang ada 2 sistem. Yang pertama yaitu sistem pasaran bebas, artinya petani bebas melaksanakanpenjualan kapan saja. Dan sistem yang kedua yaitu sistem kontrak beli, artinya produsen dan pembeli sudah melaksanakan perjanjian jual-beli sebelum kacang hijau ditanam. Dengan sistem yang kedua ini lebih menguntungkan kedua belah pihak karena sudah ada kepastian produksi dan harga.

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, Karung Polos ataupun Karung yang lainnya untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Advertisements
Posted in beras, Jagung, karung, Padi, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Trik Jitu Pengemasan Pasca Panen Padi Menggunakan Karung Beras, Aman Dari Serangan Hama

padi

A. SEJARAH TANAMAN PADI

Tanaman ini salah satu jenis dalam genus Oryza L yang terdiri dari beberapa spesies yang tersebar luas didaerah tropis dan daerah sub tropis seperti Asia, Afrika, Amerika serta Australia. Para ahli menyatakan bahwa padi asalnya dari 2 benua, untuk jenis padi Oryza Fatua Koenig dan Oryza Sativa L dari benua Asia, sedangkan jenis padi yang lainya seperti Oryza Stapfi Roschev dan jeni Oryza Glaberima Steund dari benua Afrika Barat. Padi yang ada sekarang ini yaitu persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Budidaya padi di negara Indonesia dilaksanakan didaerah tanah kering dengan sistem ladang, akhirnya para petani berusaha memantapkan hasil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Untuk jenis Indica sering dibudidayakan di daerah tropis, sedangkan pada daerah sub tropis sering membudidayakan jenis Japonica.

B. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PENANGANAN PASCA PANEN PADI

Proses penanganan pasca panen padi adalah subsistem dari sistem agribisnis padi yang menjelaskan kegiatan mulai dari panen sampai menghasilkan beras ataupun tepung beras. Dengan itu proses penanganan pasca panen melalui beberapa tahap kegiatan yaitu seperti panen, perontokan, pengeringan, penggilingan, pengemasan serta penyimpanan.

C. PROSES PENANGANAN PASCA PANEN

Proses ini sangatlah penting dikerjakan untuk usaha menekan kehilangan hasil dan untuk meningkatkan mutu gabah ataupun beras. Aspek penting dan sangat mutlak dibutuhkan dalam penanganan pasca panen padi yaitu SOP dan GHP. Pemakaian alsintan dalam pasca panen padi mutlak dibutuhkan supaya bisa menekan kehilangan hasil dan meningkatkan kualitas hasil padi. Tahapan yang dilaksanakan ketika penanganan pasca panen padi yaitu sebagai berikut :

1. Penumpukan dan Pengumpulan

Penumpukan dan pengumpulan yaitu tahap penanganan pasca panen sesudah padi dipanen. Tidak tepatnya dalam penumpukan dan pengumpulan padi bisa menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Untuk menghindari atau mengurangi terjadinya kehilangan hasil sebaiknya ketika penumpukan dan pengangkutan padi memakai alas. Alas atau wadah dipakai ketika penumpukan dan pengangkutan fungsinya untuk menekan kehilangan hasil sekitar 0,94%–2,36%.

Baca Juga :

2. Perontokan

Sesudah padi dipanen, gabah harus segera dirontokkan dari malainya. Tempat perontokan bisa langsung dilaksanakan di lahan atau di halaman rumah sesudah diangkut ke rumah. Perontokan ini bisa dilaksanakan dengan perontok bermesin ataupun dengan tenaga manusia. Jika memakai mesin, perontokan dilaksanakan dengan menyentuhkan malai padi ke gerigi alat yang berputar. Dan sementara perontokan yang dikerjakan dengan tenaga manusia yaitu dengan cara batang padi dipukul-pukulkan, atau bisa juga dengan menginjak-injak malai supaya gabah rontok. Sebelum proses perontokan dikerjakan sebaiknya bagian alas berikan anyaman bambu ataupun terpal untuk mengantisipasi supaya gabah tak terbuang ketika perontokan. Maka dengan diberikannya alas tersebut jadi semua gabah bisa tertampung sesudah dirontokkan, kemudian butir gabah selesai dirontokkan dikumpulkan dan diletakkan didalam gudang penyimpanan sementara. Sebab tak semua petani mempunyai gudang sementara, pengumpulan bisa dikerjakan di teras rumah atau bagian lain dari rumah yang tak terpakai. Gabah tersebut tak perlu dimasukkan dalam karung, tetapi cukup ditumpuk setinggi maksimal 50cm.

3. Pengeringan

Gabah harus dikeringkan supaya lebih tahan lama ketika disimpan dan digiling menjadi beras. Proses pengeringan gabah umumnya dikejakan di bawah sinar matahari secara langsung. Untuk gabah yang dikeringkan ini dihamparkan di atas lantai semen terbuka. Pemakaian lantai semen terbuka tersebut tujuannya supaya sinar matahari bisa secara penuh diterima gabah. Jika tak mempunyai halaman atau tempat terbuka yang disemen maka halaman tanah pun bisa dipakai untuk penjemuran. Tetapi, gabah perlu diletakkan pada alas anyaman bambu, tikar atau lembaran terpal. Hal ini dikerjakan supaya gabah tak tercampur dengan tanah. Waktu penjemuran tergantung dengan kondisi iklim dan cuaca, penjemuran berlangsung sekitar 2–3 hari apabila cuaca sangat terik dan tak akan mendung. Tetapi, waktu penjemuran bisa berlangsung selama sekitar 1 minggu apabila kondisi cuaca mendung atau gerimis dan terkadang panas, sampai kadar air mencapai 14%.

4. Penggilingan

Tahap penggilingan yaitu kegiatan dimana beras dipisahkan dari kulit yang membungkusnya. Proses pemisahan padi secara tradisional yaitu memakai alat sederhana seperti lesung dan alu. Lesung fungsinya untuk tempat gabah ditumbuk. Sedangkan alu yaitu pasangan dari lesung untuk alat penumbuk gabah. Adapun kendala ketika penggilingan gabah dengan cara tradisional yaitu waktu pengerjaannya sangat lambat, tenaga kerja yang memadai tak tersedia dan alatnya pun sulit dijumpai. Sekarang kebanyakan para petani memakai alat penggiling yang cukup praktis dan daya kerja cukup cepat. Pemisahan beras dari kulitnya bisa dikerjakan dengan cara modern atau dengan alat penggiling. Alat yang sering dipakai berupa hulle.

5. Penyimpanan Beras

Untuk beras organik yang sudah digiling secara tradisional ataupun secara modern bisa langsung dipasarkan. Tetapi, umumnya beras tak langsung bisa dipasarkan semuanya maka perlu ada tempat penyimpanan. Cara penyimpanan beras harus diperhatikan supaya kondisinya tetap bagus sampai waktu penjualan. Umumnya beras disimpan di gudang sesudah dikemas dalam karung plastik atau karung beras dengan ukuran sekitar 40Kg-50Kg. Pengemasan dalam karung ini dilaksanakan secara manual oleh petani. Kemudian pada bagian karung yang masih terbuka dijahit tangan sampai tertutup dengan rapat. Karena ketika didalam gudang bisa saja beras terserang hama bubuk. Hama bubuk ini senang sekali menyerang beras yang tak benar-benar kering ketika pengeringan. Dan hama bubuk tak suka dengan beras yang kering karena keras. Jangan sampai kondisi ruangan gudang lembab karena hama bubuk ini suka sekali tempat yang cukup lembab, jadi gudang penyimpanan harus dilengkapi dengan ventilasi udara. Kemudian untuk penumpukan karung yang sudah berisi beras di dalam gudang pun harus ditata dengan sesuai supaya beras yang lebih dulu disimpan bisa gampang dikeluarkan. Akan lebih baik lagi jika setiap karung diberi tindakan khusus seperti tanggal penyimpanan.

6. Pemasaran

Di Indonesia terdapat 2 cara pemasaran beras, yang pertama petani menjual secara langsung di lahan ketika sudah siap panen kepada pedagang pengumpul atau penebas. Dan yang memanen an mengolahnya lebih lanjut sampai menjadi beras yaitu penebas tersebut. Dan cara kedua, petani yang akan memanennya sendiri, kemuian dikeringkan, dan dijual kepedagang pengumpul, baik masih bentuk gabah kering giling ataupun sudah dalam bentuk beras. Tetapi kegiatan penjualan beras umumnya dikerjakan petani secara langsung dengan pedagang beras di pasar, dititipkan kepasar swalayan atau dijual langsung ke konsumen.

Jika Anda Membutuhkan dan Ingin Menggunakan Karung Beras untuk pengemasan ketika pasca panen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

 

Posted in beras, Jagung, karung, Padi, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tips Jitu Penanganan Biji Jagung Dengan Karung Beras, Lebih Fleksibel Dan Awet

biji jagung

Jagung yaitu tanaman selain padi yang sering dibudidayakan para petani Indonesia, sebagai bagian dari famili poaceae jagung penuh dengan karbohidrat dan menjadi bahan pangan utama di beberapa negara dan sebagian kecil daerah di Indonesia. Kadar karbohidrat dari jagung cukup tinggi yaitu 72,4gr per 100gr jagung dan bila dibandingkan dengan kadar karbohidrat padi sebesar 78,9gr per 100gr beras maka tak ada perbedaan yang terlalu besar dan bisa dipertimbangkan menjadi bahan penganti beras.

Dalam proses pembudidayaanya cukup gampang karena persyaratan tumbuh untuk jagung bisa dipenuhi mengingat keberagaman topografi sebagai hasil dari luasnya wilayah Indonesia. Jagung yang siap dipanen akan menjalani beberapa proses pascapanen yaitu meliputi :

Pemanenan
Ketika proses pemanenan, penentuan untuk umur panen sangat perlu diperhitungkan karena jika jagung dipanen sebelum waktu panen akan mengakibatkan banyak butir muda yang belum matang terpanen, dan membuat kualitas jagung menurun dan juga dengan daya simpannya pun akan menurun. Sebaliknya jika dipanen melebihi umur panen, jagung akan mengalami kenaikan degradasi nutrisi yang mengakibatkan kehilangan hasil serta ancaman dari tumbuhnya jamur dan cendawan dengan tanda-tanda klobot dan atau biji berwarna kehitam-hitaman, putih dan kehijauan. Ciri-ciri jagung yang sudah memasuki umur siap panen yaitu jagung berumur 7-8 minggu sesudah berbunga, daun dan batang tanaman mulai menguning dan berwarna cokelat pada kadar air 35%-40%. Penentuan umur panen juga bisa bervariasi sesuai varietas jagung yang ditanam.

Alat dan mesin yang dipakai dalam proses pemanenan jagung meliputi sabit dan corn harvester yang pada tahun 2015 sudah memperoleh pujian dari Menteri Pertanian karena dengan memakai alat pemanen ini bisa menekan biaya panen sampai 60%. Untuk pemanenan dengan cara konvensional memakai sabit ada 2 tipe pemanenan yaitu jagung tongkol dengan klobot dan pemanenan jagung tongkol tanpa klobot. Pada pemanenan jagung dengan klobot, jagung berkadar air tinggi yaitu sekitar 30%-40% dan jagung disabit setinggi pinggang, Kemudian jagung segera dipetik dan dipisahkan dari kelobotnya. Jagung yang sudah bersih kemudian dimasukkan dalam keranjang. Kemudian untuk jagung tanpa klobot, jagung mempunyai kadar air rendah sekitar 17%-20% dan jagung dipisahkan terlebih dulu dari klobotnya kemudian Jagung dipetik tanpa harus menyabit batang jagung terlebih dulu.

Baca Juga :

Pengeringan Jagung
Jagung dari proses pemanenan umumnya mempunyai kadar air yang terlalu tinggi dan amat berbahaya pada proses penyimpanan. Pengeringan diperlukan untuk mengurangi kadar air bahan jadi aman untuk disimpan. Dengan pengeringan jagung juga lebih gampang untuk dipipil. Pengeringan pada jagung bisa dikerjakan dalam beberapa tahap yaitu pengeringan jagung tongkol di lahan, cara ini umumnya dipakai para petani di daerah yang mempunyai karakteristik tadah hujan dan kering yang periode perisapan penanaman berikutnya tak mendesak, pengeringan dalam bentuk jagung tongkol, dan pengeringan dalam bentuk jagung pipilan. Untuk pengeringan jagung tongkol sendiri terbagi menjadi 2 bentuk yaitu jagung tongkol berkelobot dan jagung tongkol tanpa kelobot, tetapi perlu diperhatikan bahwa pengeringan jagung tongkol berkelobot tak dianjurkan karena memakan waktu yang cukup lama dan hasilnya tak baik.

Dalam pengeringan jagung ada 2 metode pengeringan yaitu pengeringan dengan cara konvensional yaitu dengan pengeringan sinar matahari langsung dan cara modern dengan memakai alat pengeringan khusus jagung contoh bed dryer, recirculation batch dryer, dan continuous mix flow dryer, dan lain sebagainya. Pengeringan jagung dalam bentuk tongkol tanpa kelobot sebaiknya mencapai kadar air 17%-18% dan pengeringan jagung pipil dikerjakan sampai mencapai 14%-15%.

Pemipilan Butir Jagung
Tujuan pemipilan jagung yaitu untuk memisahkan biji jagung dari tongkolnya. Pemipilan ini bisa dikerjakan dengan cara manual dengan tenaga manusia ataupun secara mekanis dengan memakai mesin pemipil.

Alat pemipil TPI juga bisa dipakai untuk memipil jagung secara manual. Alat yang sederhana terbuat dari papan kayu dengan ketebalan 3cm. Dalam pemakaian alat ini perlu diperhatikan keseragaman besar jagung tongkol untuk mengurangi angka kerusakan butir jagung.

Sedangkan alat pemipil jagung mekanis atau corn sheller mempunyai banyak variasi sesuai dengan kapasitas pengolahan yang diinginkan dan faktor yang lainnya.

Sortasi dan Pembersihan
Sortasi dikerjakan untuk memperoleh bahan dengan kualitas yang seragam dan mengelompokkan bahan dengan kualitas yang sama. Sortasi jagung yaitu dengan memisahkan biji jagung sehat dari biji yang pecah, rusak, dan hampa serta untuk menyamakan ukuran butirannya. Tahap proses pembersihan ini tujuannya untuk membersihkan butir jagung dari kotoran. proses sortasi dan pembersihan bisa dikerjakan dengan cara manual memakai tangan dan peralatan sederhana atau dengan memakai cara mekanis yaitu memakai alat dan mesin pertanian. Apabila dikerjakan dengan manual sortasi dan pembersihan pipilan jagung bisa dikerjakan dengan cara :
a) memakai tangan untuk memilih dan memisahkan jagung yang rusak, pecah, hampa, dan kotoran yang terbawa,
b) memakai ayakan, jagung diayak sehingga kotoran dan jagung yang berukuran kecil akan jatuh dan terpisah sesuai ukurannya.

Sedangkan untuk cara mekanis bisa dikerjakan dengan memakai blower. Cara kerja dari mesin blower yaitu menghembuskan udara pada pipilan jagung jadi kotoran, jagung yang ukuran kecil, dan hampa akan terpisah dengan yang lainnya.

Penyimpanan dan Pengemasan
Sesudah butir jagung bersih dan mempunyai kadar air yang sesuai untuk proses penyimpanan maka proses berikutnya yaitu penyimpanan. Tujuannya dari penyimpanan yaitu untuk menjaga kualitas yang dipunyai oleh biji-bijian, kualitas dari biji tak bisa ditingkatkan selama proses penyimpanan dan menjaga supaya kualitas butir jagung baik harus dikerjakan dari awal proses pascapanen. Tak dipungkiri kerusakan biji akan terjadi selama proses penyimpanan apalagi jagung yaitu bahan biologis yang mengalami proses metabolisme dan kadar air, hal ini dipengaruhi oleh lingkungan seperti suhu dan kelembaban. Ada beberapa faktor penyebab kerusakan biji, seperti jamur, serangga, tikus, respirasi bijian, dan migrasi air.

Penyimpanan pada jagung terbagi menjadi 2 metode yaitu penyimpanan dalam karung dan penyimpanan curah. Tetapi rata-rata petani banyak memakai karung untuk penyimpanan, karena lebih fleksibel

Sesudah menentukan metode penyimpanan yang dipakai, perawatan perlu dikerjakan untuk menjaga supaya butir jagung tak terserang hama dan penyakit selama proses penyimpanan. Perawatan yang bisa dikerjakan yaitu seperti aerasi dan fumigasi. Aerasi yaitu pengaliran udara kedalam ruang simpan untuk menjaga kelembaban dan temperatur ruang simpan, kemudian fumigasi yaitu pemberian obat dalam bentuk gas ke dalam ruang simpan untuk memberantas hama.

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, Karung Polos ataupun Karung yang lainnya untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Posted in beras, Jagung, karung, Padi, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Pasca Panen Kedelai, Karung Beras Masih Menjadi Rahasia Bermutunya Hasil Panen Petani

kedelai

Cara pemrosesan benih kedelai yaitu tahapan kegiatan yang dimulai dari pemanenan sampai dengan penyimpanan atau pemasaran. Teknik pemrosesan yang pas bisa membantu mengurangi kehilangan hasil dan bisa mempertahankan viabilitas benih kedelai jadi diperoleh harga jual yang tinggi.

Apabila ingin menghasilkan benih yang berkualitas tinggi, memperbaiki mutu fisik, mutu fisiologis, serta mutu genetik juga harus dilaksanakan ketika penanganan pascapanen. Yang paling utama yaitu menjaga mutu fisik dan genetik selama masa prosesing, sedangkan menjaga mutu fisiologis dilaksanakan ketika panen sampai penyimpanan bahkan sampai benih siap tanam.

Kehilangan hasil ketika budidaya kedelai umumnya masih tinggi. Hal ini diakibatkan karena benih kedelai gampang rusak dan cepat turun daya tumbuhnya, jadi memerlukan penanganan yang cepat, tepat serta teliti. Sebab itu tujuan dari teknik pemrosesan benih kedelai yaitu menjaga viabilitas benih kedelai supaya tetap sama seperti ketika waktu panen dan mengurangi kehilangan hasil pada semua proses kegiatan pascapanen yang dilaksanakan. Berikut beberapa teknik pemrosesan benih kedelai.

Baca Juga :

Waktu dan Cara Panen

* Pemanenan benih kedelai sebaiknya dilaksanakan ketika mutu fisiologis benih sudah maksimal, yang ditandai dengan warna coklat atau kehitaman pada polong sekitar 95% dan sebagian besar daun sudah rontok.
* Bila ingin memperoleh kualitas benih yang baik serta bisa memperkecil pecahnya polong ketika dilapangan, serta menghindari benih bercendawan, proses pemanenan benih kedelai sebaiknya dilaksanakan secepatnya apabila kadar air benih sudah di bawah 18% bb, sebelum terjadi pembasahan benih kembali oleh air hujan.
* Pemanenan bisa dilaksanakan dengan sabit tajam atau bergerigi dengan memotong pangkal batang. Cara panen ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan cara dicabut, karena cepat, bisa diterapkan dalam kondisi kering ataupun basah, Rhizobium tetap tertinggal dalam tanah dan berangkasan bersih dari tanah.
* Berangkasan kedelai hasil panen langsung dikeringkan di bawah sinar matahari dengan ketebalan 25cm selama sekitar 2–3 hari tergantung kondisi cuaca dengan memakai alas terpal plastik, tikar, ataupun anyaman bambu. Proses pengeringan dilaksanakan sampai kadar air benih mencapai sekitar 14%.
* Usahakan untuk tak menumpuk berangkasan lebih dari 2 hari karena bisa mengakibatkan benih berjamur, kusam serta bermutu rendah.

Perontokan

Berangkasan kedelai yang sudah kering dengan kadar air sekitar 14% perlu segera dirontokan. Tahap perontokan bisa dilaksanakan dengan cara manual ataupun cara mekanis.

Pada tahap erontokan harus dilaksanakan secara hati-hati untuk menghindari benih pecah kulit, benih retak, atau kotiledon terlepas karena akan mempercepat laju penurunan daya tumbuhserta vigor benih selama penyimpanan.

Sortasi

Benih hasil perontokan dibersihkan dari kotoran, seperti potongan batang, cabang tanaman serta tanah. Teknik pembersihan bisa dilaksanakan dengan cara manual yaitu ditampi atau secara mekanis yaitu dengan blower

Proses sortasi diperlukan untuk memperoleh benih yang ukurannya seragam dengan cara memisahkan sekitar 5% benih yang berukuran kecil. Tak hanya memisahkan benih yang ukurannya kecil, sortasi juga diperlukan untuk membuang biji yang menyimpang.

Pengeringan

Benih yang sudah bersih dan ukurannya seragam harus dikeringkan sampai mencapai kadar air sekitar 9%–10%.

Teknik pengeringan benih dilaksanakan dengan menjemur di bawah sinar matahari, dengan memakai alas terpal plastik atau tikar pada lantai jemur yang kering, dengan ketebalan sekitar 2-3 lapis benih. Benih yang dijemur harus dibalik setiap 2–3 jam supaya benih kering secara merata.

Usahakan jangan menyimpan benih dalam kondisi yang masih panas dalam karung tertutup karena benih sesudah dijemur perlu diangin-anginkan selama 30 menit untuk menyeimbangkan suhu benih dengan suhu udara ruang simpan.

Pengemasan

Benih yang sudah dikeringkan dikemas dengan memakai bahan pengemas kedap udara untuk menghambat masuknya uap air dari luar kemasan ke dalam benih .

Karung beras yang laminasi, transparan ataupun polos yang kapasitasnya 2kg atau 5kg dengan ketebalan sekitar 0,08mm cukup baik dipakai untuk mengemas benih kedelai sampai 8 bulan simpan pada kondisi ruang alami dengan kadar air awal sekitar 9%–10%.

Kemasan karung yang sudah berisi benih harus tertutup rapat dengan cara diikat erat memakai tali atau bagian atas kantong dipres dengan kawat nikelin panas atau sealer.

Penyimpanan

Untuk benih yang sudag dimasukkan dalam kemasan karung bisa disimpan dalam ruangan yang diberi alas kayu supaya kemasan tak langsung mengenai lantai.

Dalam tahap penyimpanan, benih harus terhindar dari serangan tikus atau hewan lain yang bisa merusak kantong kemasan ataupun benih.
Usahakan menyimpan benih dalam ruangan tersendiri dan tak tercampur dengan bahan bahan lain yang bisa mengakibatkan ruangan menjadi lembab.

Benih disimpan secara teratur, dipisahkan sesuai dengan varietasnya. Penyimpanan benih perlu ditata dengan rapi supaya tak roboh, tak mengganggu keluar masuknya barang yang lain serta mudah dikontrol. Pada setiap tumpukan benih sebaiknya dilengkapi dengan kartu pengawasan yang berisi informasi :
Nama Varietas
Tanggal Panen
Asal Petak Percobaan :
* Jumlah/kuantitas benih asal (pada saat awal penyimpanan)
* Jumlah/kuantitas pada saat pemeriksaan stok terakhir
* Hasil uji daya kecambah terakhir (tanggal, persentase daya kecambah)

Penanganan benih dengan teknologi pasca panen yang pas mulai dari panen sampai dengan tahap penyimpanan, diharapkan viabilitas benih bisa bertahan sampai 8 bulan dengan daya tumbuh lebih dari 80%.

Jika Anda membutuhkan Karung Beras untuk pengemasan ketika pasca panen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Posted in karung, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Sukses Memperbanyak Jumlah Anakan Tanaman Padi

padi

Salah satu kunci sukses keberhasilan dalam budidaya padi yaitu dengan memperbanyak anakan padi. Karena semakin banyak anakan produktif pada tanaman padi, maka akan semakin banyak bulir malai yang terbentuk dan ketika panen tentunya akan memperoleh peningkatan produksi yang sangat tinggi.

Nah, bagaimana caranya supaya jumlah anakan pada tanaman padi menjadi banyak? Berikut ini kunci suksesnya :

Membuat Media Yang Disukai Tanaman Padi

Buatlah lahan sawah menjadi media yang paling disukai bibit padi. Dengan tujuan, ketika dipindah tanamkan, bibit padi tersebut tak stres dan bisa langsung berkembang. Untuk tanaman padi muda sangat suka media tanam yang tekstur tanahnya gembur dan terdapat bahan organik yang tinggi serta tanah tersebut terbebas dari koloni jamur dan bakteri patogen.

Penanaman Bibit Padi

Ketika proses penanaman bibit padi, jangan tanam bibit yang sudah tua. Pilihlah bibit padi yang masih mempunyai umur muda, yaitu sekitar 10—15 hari sesudah semai. Karena, bibit padi muda bisa mengurangi stagnasi serta potensi untuk memproduksi anakan akan lebih banyak.

Berikan Unsur Hara Dengan Kandungan Phosphor

Berikan unsur hara yang mempunyai kandungan phosphor sedini mungkin atau sekitar 2 hari sebelum tanam. Unsur hara phospat bisa diperoleh dengan memakai pupuk anorganik. Pada tanah sebetulnya terdapat kandungan phospat yang cukup tinggi, tetapi unsur phospat yang terkandung di pupuk anorganik ataupun tanah tak bisa langsung terserap oleh tanaman karena unsur phospat terikat oleh tanah.

Memberikan Unsur Nitrogen Pada Fase Vegetatif

Pemberian unsur nitrogen pada fase vegetatif sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur nitrogen juga berperan dalam membantu pembentukan anakan padi. Oleh sebab itu, ketika proses awal terjadinya pembentukan anakan padi, unsur nitrogen ini harus tersedia dan tak boleh terlambat.

Baca Juga :

Unsur nitrogen bisa diperoleh dari bahan sintetis seperti Urea atau sebetulnya di udara sudah terkandung unsur nitrogen yang tinggi, yaitu sekitar 78%.

Terapkan System Intermitten Untuk Pengairan Tanaman Padi

Proses pengairan yang wajib dilaksanakan yaitu dengan cara menerapkan sistem pengairan berselang yang memerlukan pengaturan kapan lahan digenangi dan dikeringkan atau disebut juga System Intermitten. Kerjakan pemberian air untuk tanaman padi secara berkala, diairi dan dibiarkan sampai tanahnya kering pecah rambut kemudian diairi lagi, sampai dengan seterusnya.

Jaga Jarak Tanam Padi

Pengaturan untuk jarak ketika proses penanaman janganlah terlalu rapat, apalagi jika tanahnya cukup subur. Walaupun anakan padi yang akan terbentuk banyak, tetapi bila jarak tanamnya terlalu dekat umumnya akan membuat anakan padi menjadi kurang produktif. Jadi, sebisa mungkin pakailah sistem tanam jajar legowo.

Berikan Pupuk Organik Cair Saat Padi Berumur 10 Hari Sesudah Tanam

Berikan pupuk organik cair ketika tanaman padi berumur 10 hari sesudah tanam dan diulangi setiap 10 hari 1 kali. Bakteri yang terkandung dalam pupuk organik cair bisa menghasilkan hormon tanaman, terutama lagi yang mengandung sitokinin serta giberelin.

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Karung Beras untuk wadah ketika panen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Posted in beras, karung, Padi, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI Hasil Panen Melimpah, Kualitas Terjamin

Padi-Organik

Cara budidaya padi organik dengan metode SRI atau System of Rice Intensification. Metode SRI yaitu inovasi dalam budidaya padi, dengan pemakaian metode ini, produktivitas padi bisa melimpah sampai 2 kali lipat.

Sekarang banyak orang yang memakai metode SRI untuk melaksanakan budidaya padi organik, karena metode ini mempunyai banyak keunggulan diantaranya yaitu akan lebih hemat air, lebih menghemat biaya, lebih hemat waktu, ramah lingkungan serta pasti produksinya akan meningkat juga. Budidaya padi ada 2 yaitu padi sawah dan padi gogo.

Cara Budidaya Padi Organik SRI di Sawah, Berikut Prosesya :

A. Pengolahan Tanah Lahan Tanam

Tanah pada lahan tanam diolah terlebih dulu dengan cara di bajak atau dicangkul. Pembajakan tersebut dikerjakan minimal sebanyak 2 kali yaitu untuk pembajakan kasar dan pembajakan halus yang diikuti dengan pencangkulan. Umumnya lama pengolahan lahan yaitu sekitar 2-3 hari. Apabila sudah selesai, maka selanjutnya lahan persawahan diairi dan direndam selama 1 hari.

B. Penyemaian Benih Padi

Pilihlah benih yang berkualitas baik dan unggul supaya hasil yang dipanen juga kualitasnya baik dan unggul. Sebelum benih disemai, benih telebih dulu direndam dalam air. Perendaman tersebut bertujuan untuk menyeleksi benih, benih yang akan dipakai yaitu benih yang tenggelam sedangkan benih yang mengapung dibuang kerena kualitasnya buruk.

Sesudah direndam dalam air, rendam kembali dengan latutan garam selama 24 jam, sama halnya dengan perendaman memakai air, biji benih yang mengapung dibuang. Sesudah 24 jam, biji benih tersebut ditiriskan kemudian diperam pada tempat yang lembab samapi bertunas selama 2-3 hari.

Apabila biji benih sudah bertunas, kemudian semaikan biji benih pada media tanah yang sudah diberi pupuk kompos sekitar 10kg. Apabila bibit padi sudah berumur sekitar 7-12 hari sesudah semai, benih bisa di pindah tanamkan pada lahan yang sebenarnya.

C. Penanaman Padi Organik

Sesudah perendaman tersebut, umumnya lahan dibuat jarak tanam atau disebut dengan pencaplakan. Jarak tanam yang baik dipakai untuk menanam padi organik dengan metode SRI yaitu tak begitu rapat, yaitu sekitar 25cm x 25cm atau 30cm x 30cm.

Sesudah jarak tanam siap dan bibit pun sudah layak tanam yaitu sekitar berumur 7-12 hari, segera laksanakan penanaman. Salanjutnya pada setiap lubang tanam ditanami 1 bibit saja dan penanaman tersebut jangan terlalu dalam supaya akar bisa tumbuh dengan baik.

Baca Juga :

D. Perawatan Tanaman Padi Organik Dengan Metode SRI

Perawatan pada tanaman padi organik dengan metode SRI yang paling utama yaitu ketersediaan air yang harus terus dijaga alirannya supaya lahan tanam tak tergenang. Laksanakan pengontrolan dengan membuka menutup pintu air secara teratur. Berikut panduan Cara Pengairan Tanaman Padi Organik Dengan Metode SRI :

Penanaman secara dangkal, tanpa digenangi air, mecek-mecek, sampai anakan berumur sekitar 10-14 hari.

Selanjutnya, laksanakan pengairan pada lahan tanam supaya menghambat pertumbuhan rumput dan juga untuk memenuhi kebutuhan air serta untuk melumpurkan tanah. Pengairan tersebut dikerjakan sampai tanah tergenang dan tak terkena matahari.

Sesudah tanaman padi berumur sekitar 1 minngu sesudah tanam tetapi tak ada pertumbuhan yang signifikan laksanakan pemupukan tetapi ketika akan melaksanakan pemupukan lahan dikeringkan dan galengan ditutup.

Ketika tanaman padi berumur sekitar 2 bulan dan tanaman padi sudah berbunga maka genangi kembali lahan tanam dan apabila sudah memasuki masa panen maka lahan keringkan kembali.

* Pemupukan

Pemupukan pada tanaman padi biasanya dikerjakan ketika tanaman berumur 20 hari sesudah tanam, umumnya pupuk yang dipakai yaitu pupuk kompos dengan dosis sekitar 175kg-200kg. Ketika akan melaksanakan pemupukan, lahan dikeringkan dan juga semua pintu air ditutup terlebih dulu. Sesudah tanaman berumur sekitar 27 hari sesudah tanam, lahan tanam di airi kembali secara bergilir antara basah serta kering.

* Penanganan Hama dan Penyakit

Hama serta penyakit yang sering menyerang tanaman padi yaitu burung, wereng, walang sangit, daun menguning, hama putih, kepik hijau, pengerek batang, penyakit bercak coklat, penyakit blast, busuk pelapah, penyakit hawar daun, penyakit fusarium, serta penyakit tungro.

Semua hama tersebut bisa diatasi dengan cara manual seperti pembuatan orang-orangan sawah, menyemprotkan pestisida hayati yang terbuat dari nanas , bawang putih serta gadung. Bisa juga apabila terlalu parah cabut dan bakar bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit tersebut.

E. Pemanenan Padi Organik SRI

Tanaman padi biasanya mulai berbunga sesudah berumur 2-3 bulan dan bisa dipanen sesudah berumur 3,5 bulan-6 bulan tergantung varietas jenis padi yang ditanam. Padi yang sudah dipanen selanjutnya dijemur selama sekitar 1-2 hari kemudian disimpan atau dijual.

Jika Anda membutuhkan Karung Beras untuk pengemasan ketika pasca panen padi atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Posted in beras, karung, Padi, Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

6 Cara Jitu Budidaya Gembili Bagi Para Pemula, Supaya Panen Melimpah

gembili-1

Gembili atau nama ilmiahnya Dioscorea esculenta yaitu salah satu tanaman umbi-umbian yang umbinya bisa dimakan. Tumbuhan gembili tumbuh merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan searah dengan jarum jam apabila dilihat dari atas. Batang tanaman gembili juga sedikit berduri. Buah gembili sama dengan ubi jalar yang berukuran 1 kepal orang dewasa. Gembili mempunyai kulit yang tipis berwarna cokelat muda. Ada berbagai jenis gembili diantaranya gembili gajah, gembili ketan, gembili srewot serta gembili wulung.

Klasifikasi Ilmiah Gembili

Kingdom  : Plantae
Divisi        : Magnoliophyta
Kelas         : Liliopsida
Ordo          : Dioscoreales
Famili       : Dioscoreaceae
Genus       : Dioscorea
Spesies     : Dioscorea esculenta

Umbi gembili enak apabila diolah dengan cara direbus atau dikukus. Di Afrika Barat, umbi gembili ini dipakai sebagai industri pati dan alkohol.

Ada Beberapa Cara Budidaya Tanaman Gembili, Antara Lain :

Syarat Tumbuh Gembili

Tanaman gembili bisa tumbuh pada daerah dengan ketinggian sekitar 0-900mdpl serta mempunyai curah hujan sekitar 875mm-1750mm setiap tahun.

Persiapan Bibit Gembili

Tanaman gembili bisa diperbanyak dengan memakai umbi yang minimal bertunas 2. Selain itu, pembibitan bisa memakai sistem stek batang.

Baca Juga :

Rasakan 10 Khasiat & Manfaat Setelah Mengkonsumsi Buah Alkesa
Budidaya Ikan Mas Dengan Kolam Terpal, Nikmati Keuntungannya
Belajar Cara Budidaya Goji Berry Bagi Para Pemula

Persiapan Lahan Tanam Tanaman Gembili

Tanah pada lahan yang akan dipakai untuk melaksanakan budidaya gembili ini diolah terlebih dulu, bersihkan gulma atau tanaman pengganggu lainnya kemudian gemburkan dengan cara dicangkuli ataupun dibajak. Apabila sudah, selanjutnya buatlah bedengan. Kemudian buatlah jarak tanam ideal setiap bibit gembili yaitu sekitar 90cm x 130cm apabila memakai bedangan, sedangkan jarak tanam ideal untuk menanam gembili pada guludan yaitu 90cm x 90cm.

Cara Menanam Gembili

Apabila semuanya sudah siap, selanjutnya laksanakan penanaman segera. Bibit gembili bertunas ditanam sedalam 5cm kemudian timbun kembali dengan tanah. Selain itu laksanakan pemulsaan dengan memakai jerami ataupun rumput kering supaya membantu keberhasilan pemupukan.

Cara Merawat Tanaman Gembili

Penyiraman bisa dilaksanakan secara rutin setiap 1 minggu 1 kali. Selain itu, laksanakan juga pemupukan. Pemupukan bertujuan untuk melengkapi kebutuhan unsur hara mikro dan bahan organik lainnya yang diperlukan tanaman untuk tumbuh. Pemupukan ini bisa dilaksanakan dengan memakai pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk organik cair serta lain sebagainya. Pemupukan pada tanaman gembili ini sebaiknya dilaksanakan 1 minggu 1 kali pada musim kemarau dan 3 hari 1 kali pada musim hujan.

Masa Panen dan Pasca Panen Gembili

Gembili bisa mulai dipanen sesudah berumur sekitar 6-9 bulan dengan ditandai daun yang menguning. Apabila sudah masuk masa panen, maka gembili harus segera dipanen jangan ditunda-tunda karena umbi gembili cepat mengeras.

baner karungg

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Karung Beras untuk wadah ketika panen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Posted in beras, karung, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment