Cara Menanam Belimbing Didalam Pot

Belimbing (Averrhoa carambola) atau Star fruit adalah salah satu tumbuhan buah yang memiliki bentuk khas. Tanaman ini berasal dari Sri Langka, India dan Indonesia. Namun kini penyebarannya sudah sangat luas yaitu hampir di seluruh penjuru dunia. Belimbing adalah salah satu tanaman buah tropis, pohon buah belimbing memiliki ketinggian sekitar 5 meter dengan banyak cabang. Belimbing mempunyai daun majemuk dan mempunyai panjang daun kurang lebih sekitar 5 cm, bunga tanaman belimbing mempunyai warna merah muda. Buah pada tumbuhan belimbing mengandung banyak air, memiliki warna kehijauan dan ada yang kuning, apabila buah di potong maka akan terlihat penampang melintangnya seperti bentuk bintang. Rasa buah belimbing manis dengan sedikit asam, biji buah belimbing berwarna hitam ataupun coklat.

Menanam tanaman belimbing tidak perlu dilahan yang luas, jika anda ingin menanam tanaman belimbing tetapi tidak memiliki lahan yang luas anda bisa menanam tanaman belimbing di dalam pot. Berikut langka-langka menanam tanaman belimbing di dalam pot.

Baca Juga :
Manfaat Jeruk Nipis Untuk Kesehatan Tubuh
Berikut Manfaat dan Khasiat Apel Hijau Bagi Kesehatan!
Ternyata Inilah Jenis-Jenis Pestisida
Budidaya Labu Siam Yang Kaya Akan Manfaat

a. Bibit
Pilihlah bibit belimbing yang unggul dan berkualitas agar buah yang dihasilkan berkualitas pula. Pilihlah bibit belimbing yang telah berumur sekitar 1 tahun dengan kondisi bibit baik yaitu daunnya segar dan tidak layu serta terbebas dari hama dan penyakit.

b. Pot Untuk Menanam Belimbing
Untuk menanam belimbing sebaiknya menggunakan pot yang mempunyai ukuran besar atau anda juga dapat menggunakan drum bekas yang telah dipotong dengan dia meter kurang lebih sekitar 30cm – 60cm.

c. Media Tanam Belimbing
Media tanam untuk menanam belimbing di dalam pot sebaiknya pilih media tanam yang ringan, mempunyai daya untuk menyerap air yang baik, bebas dari penyakit, gembur serta porous. Media tanam yang digunakan untuk menanam belimbing dalam pot biasanya adalah campuran antara tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau bisa juga dengan campuran tanah, arang sekam padi dan juga humus bambu dengan perbandingan 1 : 1 : 1 pula.

d. Penanaman Belimbing Dalam Pot
Pertama, berilah pecahan genting ataupun pecahan batu bata di bagian dasar pot. Kemudian baru masukkan media tanam yang telah disiapkan hingga setengah bagian pot, tanam bibit belimbing dalam pot (jika bibit berada dalam polybag maka lepaskan polybag terlebih dahulu) Jika ada akar bibit yang berlebih maka lakukan pemotongan terhadap akar tersebut. Tanam bibit belimbing di tengah pot dalam posisi tegak, selanjutnya timbun kembali dengan media tanam tapi jangan terlalu penuh dan padatkan. Siram dan letakkan pot ada tempat teduh hingga berumur sekitar 4 minggu hingga 6 minggu agar beradaptasi, setelah itu pot bisa dipindahkan pada tempat yang terbuka dan mendapatkan sinar matahari secara langsung.

e. Perawatan Tanaman Belimbing
Penyiraman
Penyiraman tanaman belimbing dapat menggunakan air PAM sebaiknya diendapkan terlebih dahulu, sebab air PAM mempunyai kandungan kaporit atau unsur kimia lain yang dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan belimbing.

Pemangkasan
Dalam melakukan tabulampot belimbing yang anda tanam disarankan agar hanya memiliki satu batang utama, 3 batang cabang primer dan 9 batang cabang sekunder, jika lebih maka lakukan pemangkasan.

Pemupukan
Pada awal penanaman, lakukan pemupukan 2 bulan sekali dengan menggunakan pupuk urea cair dengan dosis 2 gram/2 liter air untuk per tanaman. Apabila tanaman belimbing telah berumur sekitar 5 bulan maka pemupukan bisa di tambah dengan pupuk NPK dengan dosis 25gram/pot.

Penggantian Pot
Apabila akar tanaman belimbing sudah mulai muncul ke permukaan maka perlu dilakukan penggantian pot dengan ukuran yang lebih besar.

Sekian Dari Artikel Saya Semoga Bermanfaat…

Advertisements
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Budidaya Semangka Kuning Agar Cepat Berbuah

Semangka (Citrullus lanatus) adalah salah satu jenis tanaman buah rambat yang berasal dari famili Cucurbitaceae, Tanaman buah ini berasal dari daerah setengah gurun di Afrika Selatan. Tanaman semangka memiliki buah dengan kulit keras dan berwarna hijau muda atau pekat dengan garis atau larik berwarna hijau tua. Daging buah semangka berair dan berwarna merah atau kuning tergantung kultivarnya.

Cara Budidaya Semangka Kuning
Syarat Tumbuh Semangka Kuning
Syarat tumbuh semangka kuning umumnya sama dengan syarat tumbuh semangka lainnya. Semangka ini dapat ditanam pada daerah dataran rendah dengan ketinggian 600 mdpl, memiliki curah hujan sekitar 40-50 mm/bulan serta memiliki suhu sekitar 25°C-30°C. Semangka ini dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah berpasir dengan pH 6-6,7.

Persiapan Bibit Semangka Kuning
Benih bibit semangka dibasahi terlebih dahulu lalu diperam dengan menggunakan kertas koran selama 1-2 hari hingga benih berkecambah. Jika benih sudah berkecambah dengan calon akar sepanjang 2 mm maka pindahkan ke media semai berupa polybag . Letakkan polybag semai dibawah sinar matahari dan lakukan penyiraman secara rutin sebanyak 1-2 kali sehari hingga bibit berumur sekitar 12-14 hari dan memiliki 2-3 helai daun sebelum dipindah tanamkan ke lahan tanam sebenarnya.

Baca Juga: 
Buah Juwet Ini Sangat Kaya Akan Manfaat,Namun Banyak Dilupakan Masyarakat!
Rahasia Dalam Budidaya Petai Agar Cepat Berbuah
Beginilah Bagaimana Cara Membudidayakan Mahkota Dewa Dalam Pot Atau Polybag
Langkah Jitu Budidaya Buah Asam

Persiapan Lahan Tanam Semangka Kuning
Jika jenis tanah pada lahan tanam tanah berpasir, lahan tanam yang akan digunakan untuk menanam semangka ini tidak membutuhkan pengolahan khusus. Tapi jika bukan, maka tanah pada lahan tanam perlu digemburkan terlebih dahulu.

Selanjutnya lakukan pemupukan dasar pada bedengan dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik agar kesuburan tanah lahan tanam meningkat. Buatlah bedengan dengan lebar sekitar 3 meter (untuk sistem tanam tugal) hingga 6-7 meter (untuk sistem tanam ganda) dan tinggi sekitar 50 cm.

Cara Menanam Semangka Kuning
Setelah bibit memiliki 2-3 helai daun atau telah berumur 12-14 hari setelah semai, bibit dapat dipindah tanamkan ke lahan tanam. Jika cara tanam yang digunakan adalah sistem tugal maka jarak tanam ideal yang bisa digunakan yaitu sekitar 90-100 cm x 3 m dan apabila menggunakan sistem tanam ganda maka jarak tanam ideal yang bisa digunakan yaitu 90-100 cm x 6-7 m.

Jika semuanya sudah siap, segera lakukan penanaman. Sebelum ditanam, polybag semai dilepas terlebih dahulu lalu masukan bibit ke lubang tanam yang telah disiapkan dan timbun kembali lalu padatkan. Penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari, saat matahari tidak terlalu terik.

Cara Merawat Tanaman Semangka Kuning
Setelah bibit ditanam, aplikasikan mulsa plastik hitam perak. Pengaplikasian mulsa hitam tersebut bertujuan untuk mencegah pertumbuhan gulma dan tanaman pengganggu lainnya disekitar tanaman. Sedangkan mulsa perak bertujuan untuk menjaga suhu dan kelembaban lahan tanam. Jika didal diberikan mulsa maka lakukan pendangiran atau penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya.

Setelah tanaman semangka tumbuh sekitar 50 cm, maka lakukan pemasangan seresah dan apabila tanaman sudah berbuah maka berikan alas pada buah. Pada awal berbuah, lakukan perempelan pada buah semangka yang tumbuh di pangkal batang dan sisakan 1-4 buah yang berjarak 1 meter dari pangkal batang.

Masa Panen Semangka Kuning
Pemanenan semangka ini dapat dilakukan setelah buah berumur sekitar 65 hingga 75 hari setelah tanam.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Budidaya Tanaman Brokoli

Brokoli termasuk dalam famili Brassicaceae. Kalau kubis berkategori ini bakal bunganya mengembang serupa seperti telur yang berbentuk lonjong dan berwarna hijau. Krop brokoli tersusun dari kuntum-kuntum bunga dengan tangkai yang tebal pada bagian bawah .

Persyaratan Tumbuh
Tumbuhan brokoli kebanyakan di budidayakan di daerah yang berhawa sejuk di dataran tinggi 1000–2000 m dpl dan bertipe iklim dingin. Tumbuhan brokoli akan memperoleh pertumbuhan yang optimal di tanah yang memiliki banyak kandungan humus gembur porus dengan pH tanah antara 6 – 7. Menjelang waktu tanam yang baik adalah ketika pada awal musim kemarau atau awal musim hujan. Tapi brokoli dapat ditanam sepanjang tahun dengan pemeliharaan lebih intensif pula.

Budidaya Tanaman

1. Benih
Menurut spesies yang dianjurkan antara lain adalah Bejo atau varietas lokal yang biasa ditanam di daerah. Kebutuhan benih brokoli adalah 300-350 g/ha .

2. Persemaian
Untuk sebelum disemai benih direndam dahulu dalam air hangat (50°C) atau dalam larutan Previcur N (1 cc/l) selama satu jam kurang lebih. Dan benih dapat disebarkan dengan merata pada bedengan pesemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos (1:1) kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari lamanya. Untuk pembatas dapat diberi atap screen/kasa/plastik transparan dan persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT yang menyerang .

Baca Juga :
Budidaya Jagung Hibrida
Teknik Jitu Mengendalikan Hama Keong Mas Pada Tanaman Padi
Ciri – Ciri Karung Beras Yang Baik Untuk Konsumen
Manfaat Karung Beras dan Karung Laminasi

Setelah mencapai umur 7 sampai 8 hari bibit baru dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang atau pot plastik dengan media yang sama. Untuk penyiraman dilakukan setiap hari rutin. Dan bibit telah siap ditanam di lapangan ketika sudah berumur 3– 4 minggu atau sudah memiliki empat sampai lima daun tumbuh .

3. Persiapan Lahan
Kalau bisa pilihlah lahan yang bukan merupakan bekas penanaman kubis – kubisan sebelum nya. Sisa tanaman dikumpulkan kemudian dikubur dalam tanah . Kemudian tanah dicangkul Hingga gembur lalu dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak tanam 70 cm (antar barisan) x 50 cm (dalam barisan) atau 60 cm x 40 cm per tanam. Untuk upaya pengapuran dapat dilakukan ketika pH tanah dibawah dari 55 menggunakan Kaptan/ Dolomit dengan dosis 15 ton/ha pada 3-4 minggu sebelum tanam bersamaan dengan pengolahan lahan tanam .Penggunaan Kaptan/Dolomit disebar di atas permukaan tanah dan diaduk merata pada tanah .

4. Pemupukan
Untuk penggunaan pupuk yang akan diberikan tidak lain yaitu pupuk kandang atau kompos dan pupuk buatan pabrik. Untuk pupuk kandang dapat berupa pupuk kandang sapi 30 ton/ha pupuk kandang domba 20 ton/ha atau kompos jerami padi 18 ton/ha. Dan dengan pupuk buatan yang berupa Urea sebesar 100 kg/ha ZA 250 kg/ha SP-36 250 kg/ha dan KCl 200 kg/ha. Tiap tanaman diperlukan Urea sebanyak 4 g + ZA 9 g SP-36 9 g dan KCl 7 g. Pupuk kandang (1 kg) setengah dosis pupuk N (Urea 2 g + ZA 45 g) pupuk SP-36 (9 g) dan KCl (7 g) diberikan sebelum tanam pada tiap lubang .Dan sisa pupuk N (Urea 2 g + ZA 45 g) per tanaman diberikan pada saat tanaman berumur empat minggu pertama .

5. Pemeliharaan tanaman
Untuk saat penyiraman dapat dilakukan tiap hari hingga tanaman brokoli tumbuh normal (lilir) kemudian diulang sesuai kebutuhannya. Semisal ada tanaman yang mati segera disulam dan penyulaman dihentikan setelah tanaman berumur 10–15 hari setelah waktu penanaman. Sedangkan pada saat penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan pertama dan kedua dilakukan.

6. Panen dan Pascapanen
Tanaman brokoli dapat dipanen pada saat bunga sudah padat dan kompak dengan cara memotong pangkal batangnya dengan menyisakan 6–7 helai daun sebagai pembungkus bunga brokoli . Pada saat pemanenan waktu yang cocok sebaiknya pada pagi hari setelah embun menguap atau sore hari sebelum embun turun lagi . Untuk produksi berkisar antara 15–30 ton/ha kualitas pasar . Akibat keterlambatan panen menyebabkan bunga tumbuh tidak merata berwarna kekuningan dan merekah matang . Terlali banyak pad saat pemberian pupuk N juga bisa menyebabkan bunga seperti bunga yang terlambat panen sehingga mutunya jelek .

Tanaman brokoli akan cepat mengalami layu jika tidak disimpan dalam kondisi dingin segera setelah pemanenan . Pada krop brokoli dapat bertahan kurang lebih 3 minggu jika disimpan pada suhu 1oC . Dan Untuk krop brokoli bisa dibungkus dengan menggunakan plastik polythene film untuk menjaga kesegarannya.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

Pada saat melakukan Metode SRI ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk melakukan metode SRI, Berikut ini merupakan beberapa langkah budidaya padi organik dengan menggunakan metode SRI yang bisa dilakukan :

Melakukan penyemaian
Yang harus dilakukan ialah melakukan penyemaian terhadap benih-benih, Anda harus menyeleksi benih agar bisa mendapatkan benih yang terbaik. Untuk melakukan penyeleksian, sebaiknya Anda menguji benih di dalam air. Umumnya benih yang baik akan tenggelam bila dimasukkan kedalam air, sedangkan benih yang mengapung merupakan benih yang kualitasnya kurang bagus.

Kemudian uji kembali benih tersebut dengan cara memasukkannya ke dalam air yang telah diberi dengan garam. Apabila benih bersifat baik, maka benih tersebut akan tenggelam di dalam larutan tersebut, Setelah selesai diuji, masukkan benih tersebut ke dalam rendaman air selama 24 jam. Selepas itu keringkan dan peram selama 2 hingga 3 hari di tempat yang lembab. Tunggu hingga calon tunas sudah keluar, Setelah itu semaikan pada media tanah dan berikan pupuk kompos sebanyak 10 kg. Jika umur semai sudah mencapai 7 hingga 12 hari, berarti benih padi tersebut sudah siap untuk ditanam.

Baca Juga :
Macam-macam Sayuran & Buah Hidroponik Yang Bisa Anda Coba Di Rumah
Produsen Dan Distributor Karung Beras Laminasi, Putih polos, Dan Transparan
Mengenal Hama Tanaman Kedelai & Cara Pengendaliannya
Tips Cara Menanam Singkong Yang Benar

Penanaman
Lakukan pancaplakan atau pembuatan jarak pada tanaman sebelum ditanam, Biasanya jarak tanam yang baik dan sesuai dengan metode SRK sekitar 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm, sebaiknya tidak terlalu rapat, Setelah itu, lakukan penanaman dengan memasukkan satu bibit di dalam satu lubang tanam. Namun penanaman jangan dilakukan terlalu dalam agar akar bisa bergerak dengan lebih leluasa.

Perawatan
Anda bisa melakukan pengawasan setiap hari serta melakukan penutupan dan pembukaan pintu air secara teratur. Berikut ini merupakan panduan pengairan SRI yang dapat dilakukan :

– Anda dapat melakukan penanaman dengan cara dangkal tanpa digenangi oleh air. Tunggu hingga anakan sekitar 10-14 hari.

– Isi air agar bisa menghambat pertumbuhan rumput, pemenuhan kebutuhan air, dan melumpurkan tanah. Lalu biarkan air merendam tanah hingga tidak tersinari dengan sinar matahari. Lalu setelah itu biarkan tanah dialiri dengan air saja.

– Ketika sudah menginjak masa berbunga, sekitar berumur 2 bulan, sebaiknya genangi lagi dengan menggunakan air, lalu keringkan pada saat panen.

– Lakukan pemupukan pada 20 hari setelah tebar. Anda bisa menggunakan pupuk kompos sekitar 175-200 kg. Di saat melangsungkan pemupukan, Anda harus mengeringkan sawah dan menutup pintu air. Setelah 27 hari tebar, aliri sawah secara bergilir antara kering dan basah.

– Beberapa hama yang sering menyerang tanaman padi bisa ditangani dengan cara manual, misalnya melakukan penyemprotan dengan pestisida hayati, mencabut dan membakar tanaman yang telah terkena penyakit daun menguning, dan membuat orang-orangan sawah. Untuk melakukan pencegahan, Anda bisa memakai bibit yang sehat dan melakukan pengaturan air yang baik.

Panen
Biasanya padi akan mulai berbunga pada saat berusia 2 hingga 3 bulan. Lalu abru dapat dipanen ketika pada usia sekitar 3,5 hingga 6 bulan, namun tetap disesuaikan dengan jenis dan varietasnya, Apabila Anda memanen pada lahan dengan luas sekitar 200 meter persegi, kemudian padi yang berumur sebentar (sekitar 3,5 bulan) diperkirakan akan memperoleh 2 kwintal gabah basah, atau setara dengan 1,5 kwintal gabah kering, atau 90 kg beras, Setelah dipanen, Anda bisa menjemur padi kurang lebih 1 sampai 2 hari, lalu baru dijual. Bisa juga dengan menggiling setelah menjemur, lalu baru dijual atau dikonsumsi sendiri.

Langkah – langkah di atas dapat anda peragakan untuk melakukan budidaya padi secara organik dengan metode SRI, Melakukan budidaya dengan memakai metode ini memang memiliki beragam keunggulan, antara lain hemat air, penggunaan benih lebih hemat, proses panen lebih cepat, produksi dengan jumlah yang lebih tinggi, hingga mampu menghasilkan padi yang sehat dan berkualitas.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Macam-macam Sayuran & Buah Hidroponik Yang Bisa Anda Coba Di Rumah

Hidroponik merupakan salah satu metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Hal ini bertujuan untuk menekan pemenuhan kebutuhan mineral dan nutrisi pada tanaman sehingga tanaman bisa tumbuh dengan lebih maksimal.

Salah satu keunggulan menggunakan metode ini yaitu dimanapun tumbuhnya, tanaman akan tetap tumbuh dan berkembang dengan baik jika nutrisi air dan mineral yang dibutuhkan tanaman selalu terpenuhi. Lantas tanaman jenis apa saja yang bisa menggunakan metode hidroponik ini?

Dalam artikel kali ini, kita akan coba membahas mengenai berbagai macam tanaman sayuran dan buah-buahan yang bisa menggunakan metode hidroponik. Pada dasarnya hampir semua jenis tanaman bisa menggunakan metode ini, hanya saja hidroponik bukan sekedar yang penting tumbuh, tapi hidroponik mengusung konsep yang user friendly (mudah digunakan) dan mempunyai recurring (perputaran) yang cepat.

Untuk Anda yang masih pemula, silahkan baca di Cara Bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah!!

Berikut jenis-jenis tanaman hidroponik yang bisa Anda tanam di pekarangan rumah, diantaranya :

1. Sawi Hijau Hidroponik

Sayuran hidroponik sawi hijau termasuk yang mudah ditanam. Sawi merupakan sayuran yang tidak asing untuk kita. Kebutuhan pasar akan sawi terus meningkat seiring berjalannya waktu, sehingga membuat para petani untuk berpikir lebih
cerdas lagi. Salah satu upaya guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi saat menanam sawi adalah dengan menggunakan metode hidroponik.

Berbagai macam jenis sawi bisa Anda tanam menggunakan metode hidroponik, tapi yang paling gampang dan efisien adalah jenis sawi hijau. Pastinya jika ada cara yang lebih menguntungkan dan lebih mudah kenapa tidak dilakukan?

2. Sayuran Hidroponik Kailan

Sayur kailan ini mirip seperti sawi, akan tetapi tidak terlalu populer di dunia kuliner.
Kita lebih familiar dengan kangkung dan sawi. Kailan atau yang dikenal sebagai brokoli China ini memang bukan asli dari Indonesia, melainkan berasal dari china
seperti namanya.

 

Sayuran ini mempunyai daun dan batang yang tebal dan berwarna hijau. Bunga tanaman ini sering kali diolah menjadi berbagai masakan kuliner, terutama dengan cara ditumis.

3. Selada Hijau Hidroponik

Selada merupakan tanaman sayuran yang biasa ditanam di daerah yang memiliki iklim sedang maupun daerah tropis. Selama ini, selada hijau disebut-sebut sebagai rajanya salad karena dari segi tekstur memang sangat halus. Daun selada dikonsumsi secara mentah dan biasa ditemukan di dalam salad hamburger.

Permintaan pasar yang sangat tinggi menjadikan selada sebagai bisnis yang menjanjikan. Selain itu, selada juga sangat cocok ditanam dengan metode hidroponik ini. Hasilnya akan lebih bagus dan tentunya jauh lebih ekonomis.

4. Buncis Hidroponik

Tanaman buncis merupakan tanaman yang tidak asing lagi untuk kita. Buncis terkenal akan kandungan gizi yang sangat luar biasa seperti protein nabati, vit A, vit B, dan vit C.

Tanaman ini tidak terlalu sulit untuk ditanam. Karena itulah, banyak petani di Indonesia yang membudidayakannya.

Untuk memajukan efektifitas dan efisiensi, para petani sekarang menggunakan metode hidroponik.

5. Pare Hidroponik

Tanaman pare merupakan salah satu jenis sayuran yang merambat, warna buahnya hijau dan rasanya sangat pahit. Namun sayuran pare ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Pare ini memiliki kandungan yang sangat luar biasa seperti vit A, vit C, fosfor, dan zat besi.

 

Jika dibudidayakan dengan teknik yang pas, tanaman ini mampu memproduksi 10 kg pare dari setiap tanaman. Tanaman ini terbilang tanaman yang paling produktif jika dibandingkan dengan tanaman sayuran yang lainnya.

* Baca Juga : Produsen Dan Distributor Karung Beras Laminasi, Putih polos, Dan Transparan!!

6. Pakcoy Hidroponik

Tanaman pakcoy merupakan salah satu sayuran hijau yang masih sejenis dengan tanaman sawi. Bahkan tanaman ini dinamai sawi sendok karena memang bentuknya seperti sendok. Pakcoy biasanya dibuat sop atau sebagai garnis makanan.

 

7. Bayam Hidroponik

Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang sering kali kita jumpai di berbagai tempat di Indonesia. Bayam memiliki kandungan gizi yang sangat luar biasa, tidak hanya vitamin tetapi bayam juga mengandung magnesium, kalsium, folat, protein, dan serat.

8. Timun Hidroponik

Timun merupakan salah satu sayuran yang kerap dibutuhkan di dapur. Timun bisa ditanam dengan berbagai metode. Akan tetapi metode yang lebih pas untuk menanam timun adalah metode hidroponik.

 

9. Kangkung Hidroponik

Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat populer di Indonesia.
Setiap orang bisa memperoleh kangkung dengan membelinya di pasar atau bahkan dengan menanam sendiri. Karena pada dasarnya menanam kangkung ini terbilang sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

10. Brokoli Hidroponik

Brokoli adalah salah satu jenis tanaman mirip dengan kol dan mengandung banyak nutrisi penting di dalamnya. Tanaman ini biasanya hidup di daerah dengan ketinggian 800 – 1000 mdpl. Namun seiring perkembangan teknologi, yang seharusnya brokoli hanya tumbuh di daerah dataran tinggi, namun sekarang bisa dikembangkan di dataran rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi brokoli adalah dengan menggunakan metode hidroponik.

* Baca Juga : Jual Berbagai Jenis Karung Plastik, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Laminasi (Laminating), Karung Cream/Kuning, dan Karung Bagor (Roll)!!

Lim Corporation

11. Tomat Hidroponik

Entahlah, ini masuk kategori buah atau sayur, kalau kata orang jawa sing penting
sehat. Nutrisi dan kandungan vitamin pada tomat ini memang luar biasa banyak. Tomat juga termasuk jenis tanaman yang mudah untuk ditanam menggunakan metode hidroponik.

12. Cabe Hidroponik

Pada prinsipnya, menanam cabe itu tidak perlu perawatan intensif seperti jenis-jenis tanaman hias secara umum.

 

 

13. Terong Hidroponik

Tanaman terong merupakan salah satu jenis tanaman yang biasanya sering dimanfaatkan sebagai bahan kuliner masakan. Penanaman terong pada dasarnya memerlukan lahan yang luas demi mendapatkan hasil yang melimpah.

 

Seiring berkembangnya teknologi pertanian yang semakin luar biasa, menanam terong sekarang bisa di lahan yang terbatas sekalipun dengan menggunakan sistem hidroponik. Dengan menanam terong hidroponik ini, dan tentunya dibarengi dengan perawatan yang rutin, maka Anda akan mendapatkan hasil yang berlimpah.

14. Strawberry Hidroponik

Strawberry merupakan salah satu buah yang banyak mengandung vitamin c. Pada umumnya, tanaman ini tumbuh di kawasan dataran tinggi. Tahukan Anda jika penanaman strawberry dengan teknik hidroponik ini akan mendapatkan hasil
buah yang lebih berlimpah?

 

Hal ini disebabkan apabila menggunakan metode hidroponik, tanaman dapat menyerap nutrisi lebih banyak, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya akan lebih maksimal.

Demikian pembahasan mengenai sayuran & buah hidroponik, Terima kasih & Semoga bermanfaat. Selamat Mencoba…..

Apabila Anda butuh Karung Beras, langsung saja hubungi admin CV. Lim Corporation :
085233925564 | 087702821277 | 081232584950.
Info daftar harga klik DISINI.
Info selengkapnya tentang produk kami silahkan klik DISINI.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Produsen Dan Distributor Karung Beras Laminasi, Putih polos, Dan Transparan

Lim Corporation melayani penjualan untuk pembelian karung laminasi bermerk atau bisa pula pesan merk sendiri sama seperti keperluan anda. Terkecuali karung laminasi kami juga jual karung putih polos, karung transparan, karung hijau, karung kuning, dan karung krim (krem). Harga karung laminasi dijamin murah karena selekasnya dari pabrik. Kami siap melayani pelanggan di semuanya tempat Indonesia mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, NTT, NTB, dan Papua.

Karung Hijau

Karung hijau seringkali digunakan untuk pengepakan, sekali pakai saja, tidak bisa digunakan berkali-kali. Biasanya karung warna hijau dipakai untuk pengemasan pupuk organik, pengepakan kopra, pengepakan kelapa sawit.

 

Karung Kuning

 

Karung kuning ini umum digunakan untuk tempat gabah, kelapa sawit, cangkang kelapa, cangkang kelapa sawit, kopra, batu bara, dan sebagainya.

 

 

 

 

Karung Laminasi

Karung laminasi yang sudah ada merk salah satunya : Pak Tani, Lele Super, Bianglala, Aprikot, Tomat, Bunga, Putri Agri, Leopard, dan Bianglala. Ada beberapa macam ukuran karung, yaitu :

– Ukuran 5kg : 30 x 50cm
– Ukuran 10kg : 35 x 55cm
– Ukuran 20kg : 40 x 70cm
– Ukuran 25kg : 45 x 75cm

 

 

 

 

Karung Putih Polos

Karung beras putih polos juga ada list Kuning/Orange dan biru. Karung beras putih polos ada beberapa macam ukuran sebagai berikut :
– Ukuran 45 x 75cm
– Ukuran 56 x 90cm
– Ukuran 60 x 100cm
– Ukuran 75 x 115cm

 

 

 

Karung Transparan

Untuk plastik karung beras transparan, segi kanan kiri ada stiping warna merah atau biru. Karung beras transparan ada berbagai mcam ukuran sebagai berikut :
– Ukuran 10kg : 35 x 55cm
– Ukuran 20kg : 40 x 70cm
– Ukuran 25kg : 45 x 71cm
– Ukuran 25kg : 45 x 75cm
– Ukuran 50kg : 56 x 90cm

 

Bila Anda tertarik, Untuk info harga karung beras silahkan hubungi kami :
• SMS/Call : 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | 0852.3392.5564
• Phone : 031-8830487
• E-mail : limcorporation2009@gmail.com

Terima kasih atas perhatiannya & Semoga Bermanfaat.

Salam Hangat,

Lim Corporation

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mengenal Hama Tanaman Kedelai & Cara Pengendaliannya

Selamat Datang kembali para sahabat tani di seluruh penjuru Nusantara!!

Hari ini kita akan Mengenal Hama Tanaman Kedelai & Cara Pengendaliannya,
Langsung saja simak di bawah ini!!

Kedelai merupakan tanaman polong-polongan yang banyak dijadikan bahan dasar makanan dari Asia Timur seperti tahu, tempe, dan kecap. Menurut peninggalan arkeologi, tanaman ini sudah dibudidayakan sejak 3500 tahun silam di Asia Timur.
Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Saat ini Amerika Serikat adalah negara produsen kedelai utama dunia.

Pengendalian hama kedelai oleh petani apalagi di daerah sentral produksi sering memakai insektisida secara berlebihan tanpa memperdulikan populasi hama. Selain membutuhkan biaya yang banyak, hal ini juga bisa merusak lingkungan dan menimbulkan kematian serangga berguna. Untuk mengurangi frekuensi pemberian insektisida adalah dengan aplikasi insektisida berdasarkan pemantauan hama.

Penggunaan insektisida hanya dilakukan ketika kerusakan tanaman karena hama diperkirakan dapat memicu kerugian secara ekonomi, atau setelah tercapainya ambang kendali.

Pengendalian hama dilakukan berdasarkan pemantauan. Pengendalian hama secara bercocok tanam (kultur teknis) dan pengendalian secara hayati (biologis) saat ini dilakukan untuk menekan pencemaran lingkungan.

Pengendalian secara kultur teknis
– penggunaan mulsa jerami,
– pengolahan tanah,
– pergiliran tanaman dan tanam serentak dalam satu hamparan,
– penggunaan tanaman perangkap jagung dan kacang hijau.

Pengendalian secara biologis
– penggunaan parasitoid Trichogrammatoidea bactrae-bactrae,
– penggunaan Nuclear Polyhidrosis Virus (NPV) untuk ulat grayak (Spodoptera litura) dan ulat buah (Helicoverpa armigera),
– Penggunaan feromonoid seks yang mampu mengendalikan ulat grayak.

* Baca Juga : Budidaya Jagung Hibrida

Beberapa jenis hama kedelai antara lain :

1. Lalat Kacang atau lalat bibit (Ophiomya phaseoli tryon).

Lalat Bibit

Ciri-ciri :
– Berukuran 1,5 – 2mm, warna hitam mengkilat. Perkembangbiakan sangat cepat, satu ekor betina bisa menghasilkan telur 100-300 butir selama periode dua minggu.
– Telur lalat kacang Berbentuk lonjong, panjang 0,28 – 0,36mm dan lebar 0,12 – 0.20mm, berwarna putih mutiara. Telur menetas setelah umur 2 – 4 hari.

Gejala serangan
– Bercak-bercak tidak beraturan pada biji dan daun,
– Lubang kecil bekas gigitan.

Pengendalian
– Pergiliran tanaman,
– Insektisida.

 

2. Ulat Grayak (Spodotera litura F)

Ulat Grayak

Ciri-ciri :
– ngengat berwarna gelap dengan garis putih pada sayap depan,
– larva yang masih kecil hidup berkelompok,
– pembentukan pupa diatas permukaan tanah,
– daur hidup 30-61 hari.

 

 

Gejala serangan
– Ulat ini merusak seluruh bagian tanaman.

Pengendalian
– Rotasi tanaman dengan memutus siklus hidupnya.

* Baca Juga : Manfaat Karung Beras & Karung Laminasi

3. Ulat jengkal (chrysodeixis chalcites Esp)

Ulat Jengkal

Ciri-ciri :
– Imago serangga dewasa menaruh telurnya di permukaan bawah daun.
– Larva membentuk kepompong dan dalam anyaman daun, kemudian berubah menjadi pupa.
– Siklus hidup hama ini terjadi selama kurang lebih 30 hari.

 

 

Gejala serangan
– Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag) dan stadium yang membahayakan adalah larva.
– Larva menyerang sekujur bagian tanaman, terutama daun-daunnya sampai menjadi rusak tidak beraturan.

Pengendalian
– Pergiliran tanaman yang bukan sefamili atau dengan mengumpulkan dan memusnahkannya.
– Jika jumlah populasi hama sampai 85 ekor instar 1 atau 32 ekor instar 2 atau 17 ekor instar 3 per 12 tanaman, lakukan penyemprotan selektif. Jenis insektisida yang ampuh antara lain Dekasulfan 350 EC, folimat 500 SL, Gusadrin 150 WSC, Hostathion 40 EC, atau Matador 25 EC sesuai konsentrasi yang dianjurkan.

 

4. Penggulung Daun (Lamprosema Indicata F.)

Penggulung Daun

Ciri-ciri :
– Larva berwarna hijau terang dan hidup dalam gulungan daun muda.
– Pupa dibentuk dalam gulungan daun yang direkatkan satu sama lain dengan zat perekat yang dimiliki hama tersebut.

 

Gejala serangan
– Hama ini merusak kedelai pada saat tanaman berumur 3-6 minggu setelah tanam.
– Bagian daun digulung dan dimakan sampai tulang daunnya, sehingga daun rusak.

Pengendalian
– Pergiliran tanaman yang bukan sefamili atau dengan mengumpulkan dan memusnahkannya.
– Pengendalian kimiawi dengan insektisida selektif.

* Baca Juga : Cri-ciri Karung Beras Yang Baik Untuk Konsumen!!

5. Ulat polong atau buah (Heliothis armigera Hbn)

Ciri-ciri :
– Ngengat berwarna wawo matang kekuningkuningan
– Telur kecil-kecil
– Larva berwarna merah tua
– Pupa dibentuk diatas tanah
– Daur hidup 62 hari

 

 

Gejala serangan
– Larva melubangi polong kedelai sehingga rusak.

Pengendalian
– Non kimiawi melalui pergiliran tanaman (bukan sefamili), dengan cara waktu tanam yang serentak, dan mekanis dengan cara mengumpulkan lalu dibasmi.
– Kimiawi menggunakan insektisida misalnya durnban 20EC atau Dipel WP pada konsentrasi yang dianjurkan.

 

6. Penggerek polong (Etiella zinckenella treit)

Ciri-ciri :
– Ngengat warna abu-abu.
– Sayap belakang ditutup sisik jarang warna agak cerah.
– Serangga betina bisa bertelur 73 sampai 300 butir dan menaruhnya pada kelopak bunga kedelai.
– Telur berwarna lonjong dengan ukuran panjang 0.6mm.
– Daur hidup hama 18-41 Hari.

Gejala serangan
– Larva menggerek polong dan tinggal di dalamnya.
– Kerusakan pada bunga menyebabkan tanaman tidak membentuk polong.

 

Sampai disini dulu perjumpaan kita hari ini, Terima kasih telah berkunjung & Semoga bermanfaat.

Apabila anda butuh Karung Beras silahkan hubungi 085233925564 | 087702821277 | 081232584950.
Untuk info harga karung terupdate silahkan klik DISINI

Salam Hangat,

Lim Corporation

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment